MARTAPURA – Dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melatih kader kesehatan di Desa Sungai Batang dan Desa Sungai Batang Ilir, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, untuk mengolah air sungai menggunakan tawas sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan pada 2 dan 9 Mei 2026, dipimpin Ketua Tim Pengabdian, Dr Abdul Khair SKM MSi, bersama anggota Noraida SKM MKes, serta didukung mahasiswa Mohammad Raffi dan Alif Dzakwan Junior.
Pelatihan diikuti 20 Kader Tawas Dalam Pengolahan Air Sungai (Tapas) dari Desa Sungai Batang yang diketuai Agus Salim serta kader dari Desa Sungai Batang Ilir di bawah koordinasi Rahmatul Hidayah. Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Sungai Batang Suladi SP, Kepala Desa Sungai Batang Ilir Zulkipli, serta sanitarian Puskesmas Martapura Barat, Helda Hirawati dan Nisrina Nur Octalia.
Ketua Tim Pengabdian Dr Abdul Khair mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengolah air sungai agar lebih layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, air sungai masih menjadi sumber utama air bagi sebagian masyarakat di kawasan bantaran sungai, namun kualitasnya sering menurun akibat tingginya tingkat kekeruhan, terutama saat musim hujan.
"Melalui pelatihan ini, kader dibekali pengetahuan mengenai risiko kesehatan akibat penggunaan air yang tidak memenuhi syarat serta langkah-langkah sederhana untuk menurunkan tingkat kekeruhan air menggunakan tawas," ujarnya.
Materi yang diberikan meliputi hubungan kualitas air dengan penyakit berbasis lingkungan, khususnya diare, serta teknik penggunaan tawas sebagai bahan koagulan untuk mempercepat proses pengendapan partikel penyebab kekeruhan.
Peserta kemudian mengikuti praktik langsung pengolahan air sungai menggunakan dosis tawas yang tepat. Dalam demonstrasi tersebut, peserta mengamati perubahan kondisi air dari keruh menjadi lebih jernih setelah melalui proses pengadukan dan pengendapan.
Tim pengabdian juga melaksanakan pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai pencegahan diare serta tahapan pengolahan air sungai menggunakan tawas.
Kepala Desa Sungai Batang, Suladi mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kader yang memiliki keterampilan mengolah air sederhana dapat menjadi penggerak peningkatan kesadaran warga dalam menggunakan air yang lebih aman.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sungai Batang Ilir, Zulkipli. Ia berharap kader yang telah mengikuti pelatihan mampu menjadi agen perubahan dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat.
Editor : Nurhidayat