Empat Domba jadi Korban Hewan Liar, Dokter di HST Ingatkan Bahaya Rabies
Jamaluddin Radar Banjarmasin• Jumat, 26 Juni 2026 | 15:12 WIB
JADI PERHATIAN: Empat domba jadi korban gigitan hewan liar diduga anjing di Desa Batang Bahalang. (Foto: Babinsa untuk Radar Banjarmasin)RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai- Kasus dugaan serangan anjing liar terhadap ternak yang terjadi di Desa Batang Bahalang harus jadi perhatian serius.
Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengingatkan masyarakat pentingnya vaksinasi hewan peliharaan.
Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan HST, drh Bayu Rakhmat M, mengatakan pihaknya hampir selalu bergerak setiap kali menerima laporan kasus gigitan hewan maupun dugaan rabies.
“Kami langsung melakukan penanganan. Sampel yang berhasil didapat akan kami kirim ke laboratorium untuk memastikan statusnya,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Menurut Bayu, selain kasus di Desa Batang Bahalang pihaknya juga pernah menangani kasus serupa di wilayah Tilahan dan Atiran di Kecamatan Batang Alai Timur, yang hasil pemeriksaannya juga dinyatakan positif rabies.
Ia menjelaskan, seluruh korban gigitan yang dilaporkan sejauh ini telah mendapatkan penanganan dari puskesmas, termasuk pemberian vaksin anti rabies (VAR), tanpa harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Biasanya puskesmas langsung memberikan vaksin kepada korban gigitan. SOP-nya memang seperti itu untuk mengantisipasi kemungkinan hewan tersebut positif rabies,” katanya.
Meski demikian, Bayu mengakui kesadaran masyarakat untuk memvaksin hewan peliharaan masih menjadi tantangan, terutama di wilayah pegunungan. Padahal, vaksin rabies dan tenaga kesehatan hewan telah disiapkan pemerintah.
“Kami sudah menawarkan vaksinasi ke desa-desa. Vaksinnya tersedia dan petugas juga siap. Namun kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian pemilik anjing masih beranggapan bahwa vaksin dapat membuat anjing menjadi kurang galak dan tidak lagi tangguh saat digunakan berburu.
Padahal, kondisi tersebut hanya bersifat sementara sebagai respons tubuh terhadap vaksin.
“Biasanya setelah divaksin, hewan mengalami penyesuaian seperti demam atau nafsu makan menurun. Karena kondisinya lemah, masyarakat menganggap anjing menjadi kurang galak. Padahal itu hanya sementara dan merupakan hal yang wajar,” jelasnya.
Bayu menegaskan, rabies merupakan penyakit yang hampir tidak bisa disembuhkan apabila sudah menyerang hewan.
“Kalau hewan sudah terkena rabies, kemungkinan besar tidak akan sembuh dan akhirnya mati. Selain itu, rabies bisa menyebar apabila hewan yang terinfeksi menggigit manusia atau hewan lain. Karena itu, cara pencegahan yang paling tepat adalah vaksinasi,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat yang memelihara hewan penular rabies seperti anjing, kucing, monyet, dan musang agar rutin melakukan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
“Anjing, kucing, monyet, dan musang yang dipelihara sangat dianjurkan untuk divaksin. Pencegahan paling efektif adalah vaksinasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, Selasa (23/6/2026), warga Desa Batang Bahalang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, dihebohkan dengan kematian empat ekor domba milik peternak Asmuni (48).
Berdasarkan keterangan pemilik ternak dan video yang beredar, hewan tersebut diduga diserang anjing liar yang masuk ke area kandang.