Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jadi Atensi Pusat: Kalsel Masuk Rawan Karhutla Tertinggi, Tanah Bumbu Mulai Bersiap

M Oscar Fraby • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:49 WIB
PADAMKAN API: Kalsel bersama lima daerah lain memiliki tingkat kerawanan tinggi Karhutla karena karakteristrik lahan gambut. | Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN
PADAMKAN API: Kalsel bersama lima daerah lain memiliki tingkat kerawanan tinggi Karhutla karena karakteristrik lahan gambut. | Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN

BATULICIN – Mengantisipasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berdampak luas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Bumbu menetapkan sejumlah wilayah sebagai zona rawan Karhutla di musim kemarau 2026.

Penetapan dilakukan berdasarkan pemetaan risiko serta riwayat kejadian Karhutla di daerah tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Bumbu, Christina Dewi Untari, mengatakan wilayah yang menjadi perhatian utama pihaknya adalah Kecamatan Kusan Hilir dan Kusan Tengah. “Dua wilayah itu memiliki lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kering,” terangnya.

Menurutnya, kebakaran di lahan gambut lebih sulit ditangani. Pasalnya api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar untuk pemadaman.

Pihaknya juga memetakan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin sebagai wilayah berisiko tinggi karena terdapat lahan kosong yang berdekatan dengan kawasan permukiman.

Sementara di Kecamatan Satui, Angsana, dan Sungai Loban masuk kategori rawan akibat tingginya aktivitas pembukaan lahan perkebunan dan pertambangan.

Mengantisipasi Karhutla, BPBD memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Sejumlah peralatan pemadaman, seperti mobil tangki air, mesin pompa portabel, dan pompa jinjing telah disiagakan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Mempercepat respons penanganan apabila terjadi kebakaran, BPBD juga menyiapkan posko siaga di wilayah rawan.

Christina mengatakan pemerintah daerah akan mengusulkan peningkatan status penanganan apabila jumlah titik api meningkat dan kemampuan penanganan daerah tidak lagi mencukupi. “Ini untuk memperoleh dukungan pemerintah pusat, termasuk bantuan helikopter water bombing dan operasi modifikasi cuaca,” katanya.

Di Jakarta, dampak El Nino tahun ini menjadi atensi pemerintah pusat. Pasalnya memiliki kerawanan yang tinggi. Pemerintah daerah  diminta waspada terhadap ancaman Karhutla di daerahnya. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, meminta enam daerah mewaspadai dampaknya.

Daerah yang masuk karhutla dengan kerawanan tinggi termasuk Kalsel. Selain itu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Berdasar data, keenam wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi karena karakteristik lahan gambut, luasnya kawasan hutan dan perkebunan, serta kondisi meteorologis yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran pada musim kemarau, terlebih saat El Nino terjadi.

”Kepada seluruh gubernur, pangdam, kapolda, kepala daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan terkait, agar kesiapsiagaan ditingkatkan mulai saat ini melalui optimalisasi posko siaga, patroli terpadu, penguatan sistem deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, serta pelibatan dunia usaha dan masyarakat,” pesan Djamari, Minggu (21/6).

Ia menekankan pentingnya optimalisasi operasi udara dan peningkatan operasi pencegahan sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau tahun ini. Sebab, El Nino akan memicu kemarau lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.

”Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengendalian karhutla, karena itu, saya minta seluruh jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, dan tidak menunggu sampai kebakaran terjadi,” tekannya.

Dengan tingkat kerawanan yang sudah dia jelaskan, enam daerah tersebut mendapat atensi dari Pemerintah Pusat. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang bertujuan memperkuat konsolidasi nasional dan memperkuat sinergi lintas sektor.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memastikan peningkatan kesiapsiagaan nasional menghadapi El Nino pada 2026 dan 2027. Kemudian memastikan kesiapan sumber daya nasional serta membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan pengendalian karhutla.

Kemenko Polkam juga telah menetapkan tiga fokus nasional pengendalian karhutla. Yakni mencegah terjadinya karhutla berskala besar, mencegah bencana asap lintas wilayah maupun lintas negara, serta memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

”Jangan lengah, jangan lelah, jangan bosan, dan jangan lesu. Ini persoalan bangsa yang berpengaruh luas pada kehidupan bangsa di segala bidang, hingga kehormatan negara,” pesannya.

Editor : Arief
#kalimantan selatan #Kebakaran Hutan #Tanah Bumbu #BPBD Tanah Bumbu #cuaca