Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPJN Kalsel Janji Perbaiki Jembatan Rusak di Jalur Nasional Penghubung Kabupaten HST-HSU

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:51 WIB
KONDISI JEMBATAN: Salah satu jembatan di ruas Jalan Nasional penghubung Kabupaten HST-HSU mengalami kerusakan pada bagian oprit. BPJN Kalsel menyatakan perbaikan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
KONDISI JEMBATAN: Salah satu jembatan di ruas Jalan Nasional penghubung Kabupaten HST-HSU mengalami kerusakan pada bagian oprit. BPJN Kalsel menyatakan perbaikan akan segera dilakukan dalam waktu dekat. (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai-Keluhan masyarakat terkait kondisi sejumlah jembatan di ruas Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU) mendapat respons dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beberapa titik jembatan dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian oprit atau akses masuk jembatan. Kondisi permukaan jalan yang bergelombang hingga berlubang dinilai membahayakan pengendara yang melintas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 BPJN Kalsel, I Gusti Ngurah Made Wirama, mengatakan pihaknya akan segera melakukan penanganan terhadap kerusakan tersebut.

“Segera dilaksanakan perbaikan dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Terkait permintaan warga agar dilakukan perbaikan permanen yang lebih tahan lama, ia menjelaskan bahwa BPJN telah menyiapkan rencana penggantian salah satu jembatan, yakni Jembatan Sungai Kuini. Namun pelaksanaannya masih terkendala persoalan pembebasan lahan.

“Untuk Jembata S. Kuini (di HSU) akan dilaksanakan penggantian jembatan tapi sampai saat ini terkendala lahan yg belum tuntas oleh pihak kabupaten dalam hal ini yang berwenang atas lahan tersebut. Untuk sementara akan kami lakukan perbaikan sembari menunggu kesiapan dana untuk jembatan tersebut,” jelasnya.

Menanggapi anggapan bahwa kerusakan jembatan seolah dibiarkan bertahun-tahun, Wirama menegaskan BPJN sebenarnya telah menjalankan sejumlah program pemeliharaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ada beberapa program pemeliharaan jembatan di kabupaten HSU yg sudah kami laksanakanan di tahun-tahun sebelumnya dikarenakan keterbatasan anggaran untuk tahun ini ada sebagian yang belum tertangani,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, BPJN juga telah mengalokasikan anggaran perbaikan untuk beberapa jembatan di wilayah HSU dan HST.

“Untuk tahun ini kita sudah menganggarkan untuk beberapa jembatan yang ada di Kab. HSU dua jembatan S. Tahar dan S. Tuhuran dan di HST ada dua jembtan, Sungai Kedondong dan jembtan Sungai Pinang untuk perbaikan,” ujarnya

Selain itu, BPJN juga berjanji dua jembatan di HST yakni Jembatan Sungai Buluh dan Walangku yang sedang disorot juga masuk dalam rencana perbaikan.

"Itu (dua jembatan di HST) sudah termasuk," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi beberapa jembatan di ruas nasional HST-HSU yang mengalami kerusakan pada bagian oprit, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Editor : Arif Subekti
#jalan nasional HST-hsu #keluhan soal kondisi #jembatan rusak