Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jalan Nasional HST-HSU Bikin Waswas ! Lubang Menganga dan Oprit Bergelombang

Jamaluddin Radar Banjarmasin • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:29 WIB
WASWAS: Beberapa jembatan di Jalan Nasional HST-HSU bikin pengendara ekstra hati-hati karena bergelombang dan berlubang.
WASWAS: Beberapa jembatan di Jalan Nasional HST-HSU bikin pengendara ekstra hati-hati karena bergelombang dan berlubang.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI - Kondisi sejumlah jembatan di ruas Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU) dikeluhkan pengguna jalan. Kerusakan pada oprit hingga badan jembatan dinilai membahayakan keselamatan pengendara dan sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan menyeluruh.

Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di jembatan nasional Desa Sungai Buluh, Kabupaten HST. Pada bagian oprit atau akses masuk jembatan, permukaan jalan terlihat tidak rata akibat aspal yang rusak, berlubang, dan bergelombang.

Kerusakan paling terlihat di pangkal jembatan. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika lubang tertutup genangan air.

Tak jauh berbeda, kondisi oprit jembatan nasional di Desa Kasarangan, HST, juga memprihatinkan. Salah satu sisi akses jembatan tampak bergelombang sehingga pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas.

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan ditemukan di jembatan nasional Desa Banyu Tajun, Kabupaten HSU. Di bagian tengah jembatan terlihat lubang cukup besar hingga memperlihatkan kerangka besi di bawah permukaan jalan.

Selain itu, terdapat satu jembatan nasional lain di kawasan tersebut yang juga membutuhkan perhatian serius. Oprit dan sambungan jembatan terlihat bergelombang, sementara perbaikannya hanya dilakukan dengan timbunan tanah yang dinilai tidak mampu menjadi solusi jangka panjang.

Kerusakan di sejumlah titik itu memicu keluhan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur nasional penghubung HST dan HSU.

Rahman, salah seorang pengendara, mengaku kondisi oprit jembatan yang rusak sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan permanen.

"Setiap hari kami lewat sini. Yang dikeluhkan bukan jembatannya, tetapi jalan masuknya yang berlubang dan bergelombang. Kalau naik motor harus pelan-pelan, kalau tidak bisa oleng," ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan Siti, warga yang rutin bepergian menuju Barabai. Menurutnya, tambalan yang dilakukan selama ini tidak bertahan lama sehingga kerusakan terus berulang.

"Sudah lama rusak seperti ini. Kadang ditambal, tetapi tidak bertahan lama. Harapan kami ada perbaikan permanen supaya lebih aman dan nyaman," katanya.

Pengguna jalan berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap oprit maupun badan jembatan yang rusak. Mengingat jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Banua dan setiap hari dilalui masyarakat maupun kendaraan angkutan.

Selain demi kenyamanan, perbaikan juga dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang tidak layak dilalui.

Editor : Eddy Hardiyanto
#HSU #jalan nasional #lubang #HST