RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau kawasan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (15/6/2026), sebagai bagian dari identifikasi awal Program Prioritas Nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Kunjungan yang dipusatkan di Desa Batang Kulur Tengah, Kecamatan Sungai Raya, itu menegaskan posisi HSS sebagai salah satu kawasan unggulan swasembada pangan di Kalimantan Selatan yang diproyeksikan mendukung ketahanan pangan nasional.
Hanif menegaskan pengembangan KSPEAN merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang berfokus pada penguatan ketahanan nasional di sektor pangan, energi, dan air.
Menurut dia, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Saat ini provinsi tersebut memiliki hampir 300 ribu hektare lahan persawahan dengan produksi sekitar 1,1 juta ton gabah.
“Saat ini Kalimantan Selatan memiliki hampir 300 ribu hektare kawasan persawahan dengan produksi sekitar 1,1 juta ton. Ini menjadi tantangan bersama yang harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.
HSS Miliki Potensi Besar
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menjelaskan Kalimantan Selatan menjadi satu dari empat provinsi yang masuk dalam kawasan KSPEAN.
Di tingkat daerah, Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk enam kawasan swasembada pangan unggulan yang direkomendasikan untuk dikunjungi dalam rangka pengembangan program nasional tersebut.
“Provinsi Kalimantan Selatan masuk dalam empat provinsi yang menjadi bagian dari kawasan KSPEAN. Di Kalsel sendiri, Kabupaten Hulu Sungai Selatan termasuk enam kawasan swasembada pangan yang kami rekomendasikan untuk dikunjungi oleh Wamenko Pangan,” katanya.
Hanif menyebut HSS memiliki sekitar 35 ribu hektare lahan persawahan. Hingga Mei 2026, realisasi luas tanam telah mencapai 19.605 hektare.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah meningkatkan cakupan luas tanam agar potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Potensi sawah yang dimiliki HSS sangat besar. Yang perlu dicermati adalah bagaimana cakupan luas tanamnya dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Target Produktivitas Naik Dua Kali Lipat
Bupati HSS Syafrudin Noor menyatakan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Dengan luas lahan sekitar 35 ribu hektare, HSS dinilai memiliki peluang melakukan dua kali masa panen dalam setahun. Saat ini produktivitas padi di daerah tersebut masih berada di kisaran 4,7 ton per hektare.
“Target kami bisa mencapai 9,6 ton per hektare seperti yang telah dicapai di Sambas, Kalimantan Barat, yang menjadi salah satu acuan kami,” ujarnya.
Menurut Syafrudin, peningkatan produksi tidak hanya dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi juga dengan mengoptimalkan hasil panen pada lahan yang sudah tersedia.
“Fokus kami tidak hanya menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan hasil produksi beras dari lahan yang sudah ada,” tegasnya.
Wamenko Coba Combine Harvester
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Hanif juga meninjau langsung panen padi di kawasan persawahan Desa Batang Kulur Tengah. Ia bahkan turut mengoperasikan combine harvester bersama petani setempat.
Alat panen modern tersebut merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian. Setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan mendapat alokasi 20 unit combine harvester.
“Combine harvester ini adalah bantuan dari Pemprov Kalsel. Sebanyak 20 unit untuk masing-masing kabupaten kota, dan hari ini sudah dioperasikan langsung serta Wamenko sudah mencoba naik combine ini,” ujar Syamsir.
Salah seorang petani, Hasnan, mengaku keberadaan alat tersebut sangat membantu aktivitas pertanian di lapangan.
“Dengan bantuan ini, kami para petani mendapatkan kemudahan dalam bertani,” katanya.
Melalui program KSPEAN, pemerintah pusat dan daerah berharap sinergi pembangunan sektor pertanian semakin kuat sehingga mampu mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)
Editor : M. Ramli Arisno