Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Boneka Unta Jadi Oleh-Oleh Favorit Jemaah Haji asal Banjarmasin

Endang Syarifuddin • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:06 WIB
Boneka unta yang dibawa jemaah dari Arab Saudi menjadi salah satu oleh-oleh favorit musim haji tahun ini. Selain untuk anak dan cucu, boneka tersebut kerap digantung di tas atau koper sebagai aksesori sekaligus penanda barang bawaan. (Ahmad Sya
Boneka unta yang dibawa jemaah dari Arab Saudi menjadi salah satu oleh-oleh favorit musim haji tahun ini. Selain untuk anak dan cucu, boneka tersebut kerap digantung di tas atau koper sebagai aksesori sekaligus penanda barang bawaan. (Ahmad Sya'rani untuk Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Dulu air zamzam kerap menjadi barang yang diam-diam dibawa jemaah haji di dalam koper, tapi kini ada tren baru. Pada musim haji tahun ini, boneka unta justru menjadi oleh-oleh favorit yang banyak dibawa pulang dari Arab Saudi.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banjarmasin Ahmad Sya'rani mengungkapkan, boneka unta menjadi buah tangan yang paling sering terlihat dibawa para jemaah.

“Paling banyak itu boneka unta. Biasanya untuk anak atau cucu. Bahkan ada yang menggantungnya di tas atau koper sebagai aksesori," ujarnya.

Menariknya, para jemaah memiliki cara unik untuk menjaga oleh-oleh tersebut. Boneka unta diberi tali lalu digantung di tas, koper, bahkan dikalungkan di leher selama perjalanan pulang.

Cara itu dilakukan agar boneka mudah dikenali dan tidak tertukar dengan milik jemaah lain. Selain itu, boneka yang digantung juga menjadi penanda barang bawaan mereka.

"Biasanya digantung dengan tali. Ada yang dipasang di tas, koper, bahkan dikalungkan di leher. Jadi terlihat jelas dan tidak mudah tertukar," jelas Sya'rani.

Menurutnya, fenomena tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat itu masih sering ditemukan jemaah yang berupaya membawa air zamzam di dalam koper meski sudah ada aturan yang mengatur distribusinya. 

Kini, kata dia, kesadaran jemaah Banjarmasin semakin baik. Karena air zamzam yang menjadi hak setiap jemaah sudah didistribusikan secara resmi setelah tiba di tanah air.

“Sebelum mereka pulang ke Tanah Air, air zamzam sudah dibagikan, saya ikut membagikan ke rumah para jemaah. Jadi jemaah sebenarnya tidak perlu lagi repot membawa sendiri dari Arab Saudi,” jelasnya.

Sya'rani yang juga seniman madihin ini mengatakan, petugas haji dan ketua kloter juga terus mengingatkan jemaah mengenai barang-barang yang boleh maupun yang tidak boleh dibawa selama perjalanan haji. Sosialisasi dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Selain itu, pihaknya menilai pelaksanaan haji tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, sejumlah catatan evaluasi tetap ada, terutama pada pelayanan di fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang masih menjadi perhatian pemerintah.

“Setiap tahun pasti ada evaluasi. Karena jutaan jemaah bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan, pelayanan di Armuzna memang perlu terus ditingkatkan,” pungkas Sya'rani.

Editor : M Oscar Fraby
#Air Zamzam #boneka unta #jemaah haji