Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jadi Pemateri Kuliah Umum di Polhas, Ini Pesan Ellyana Hasnuryadi Bagi Generasi Muda

Zulvan Rahmatan • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:48 WIB
drg. Ellyana Trisya mengisi kuliah umum yang digelar Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Polhas di Wetland Square Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
drg. Ellyana Trisya mengisi kuliah umum yang digelar Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Polhas di Wetland Square Banjarmasin. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin  – Mahasiswa tidak cukup hanya unggul secara akademik. Kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, hingga karakter yang kuat dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Pesan itu disampaikan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Selatan (Kalsel), drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum dan Launching Klub Jantung Remaja Sehat yang digelar Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Politeknik Hasnur (Polhas) di Wetland Square Banjarmasin. Rabu (10/6/2026).

Ia menekankan pentingnya pola pikir terbuka atau open minded bagi generasi muda. Namun, keterbukaan tersebut harus tetap dibarengi prinsip dan nilai yang kuat.

“Open-minded itu bagian dari growth mindset. Tetapi harus ada filter berupa prinsip. Kalau tidak, kita hanya ikut-ikutan tren tanpa arah yang jelas,” pesannya.

Ia mengutip pandangan Dino Patti Djalal mengenai kepemimpinan. Menurutnya, kepemimpinan merupakan kombinasi ilmu, keterampilan dan disiplin yang dapat dipelajari serta diasah.

Seorang pemimpin, harus mampu merencanakan, mengambil keputusan, mengeksekusi program, membangun kolaborasi tim, hingga menginspirasi orang lain.

“Untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang harus belajar menjadi staf yang baik terlebih dahulu,” tekannya.

Ellyana juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter mahasiswa. 

Kampus dinilai tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga mencetak generasi yang inovatif dan mampu memberikan solusi.

Karena itu, mahasiswa perlu dibekali berbagai kemampuan penting seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kemampuan analisis, dan pemecahan masalah.

“Berpikir kritis bukan berarti mencari kesalahan orang lain. Berpikir kritis adalah kemampuan menemukan ide, inovasi dan solusi,” imbuhnya.

Ia turut mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh kehidupan yang ditampilkan di media sosial. 

Menurutnya, banyak anak muda yang merasa tertinggal setelah melihat kesuksesan orang lain kerap tidak mengetahui bahwa ada proses panjang di baliknya.

“Jangan mudah minder melihat kesuksesan instan di media sosial. Setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing,” tambahnya.

Istri Wakil Gubernur Kalsel itu menambahkan, bahwa keterampilan dan karakter harus berjalan beriringan. Menurutnya, kemampuan dapat membuka peluang, tetapi karakter yang baik akan membangun kepercayaan.

“Skill membuatmu dipanggil, tetapi karakter dan attitude yang baik membuatmu dipercaya,” ucapnya.

Menutup pemaparan, Ellyana menyampaikan filosofi tentang perbedaan zona waktu kehidupan setiap orang. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain.

“Tidak ada yang terlalu cepat dan tidak ada yang terlalu terlambat. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing. Yang penting terus berusaha, berkarya, berdoa dan bertawakal,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital Polhas Banjarmasin, Rizky Ramadhani mengatakan pihaknya juga menerima Surat Keputusan (SK) pembentukan Klub Jantung Sehat Remaja Bisnis Digital.

Menurutnya, pembentukan klub tersebut menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia muda.

Selain itu, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital juga mengembangkan sebuah aplikasi berbasis website yang terintegrasi dengan situs resmi Polhas sebagai sarana edukasi kesehatan jantung.

“Karena kami dari Bisnis Digital, kami diarahkan untuk membuat inovasi digital. Salah satunya aplikasi berbasis web yang terintegrasi dengan website resmi kampus,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, aplikasi tersebut berfungsi sebagai media konsultasi dan edukasi kesehatan jantung. Pengguna dapat memperoleh informasi berdasarkan referensi ilmiah dari jurnal kesehatan maupun praktisi yang kompeten di bidangnya.

Meski demikian, aplikasi tersebut bukan digunakan untuk memberikan diagnosis atau vonis medis kepada pengguna.

“Ini bukan untuk memberikan vonis penyakit, tetapi sebagai pendamping konsultasi dan edukasi agar mahasiswa lebih peduli terhadap kesehatan jantung mereka,” jelasnya.

Ia berharap, keberadaan Klub Jantung Sehat Remaja dan aplikasi tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan gaya hidup sehat sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung program kesehatan di lingkungan kampus.

Editor : M Oscar Fraby
#Polhas #YJI Kalsel #mahasiswa