RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,
Tanjung - Pembelian pertamax turun drastis di SPBU Mabuun Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong setelah ditetapkan naik ke harga Rp17 ribu perliter.
Penurunan disebabkan para pengendara kendaraan memilih beralih ke bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, karena lebih murah. Tetap Rp10 ribu perliter.
Akbatnya antrean jalur pengisian pertalite di SPBU di kawasan perkotaan Kabupaten Tabalong itu menjadi lebih panjang dari biasanya.
Pengawas SPBU di Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Irwin Sahrianadi mengatakan peralihan pengendara kendaraan bermotor dari pertamax ke pertalite mencapai 30 persen dari biasanya.
"Sekitar 30 persen beralih pembeli pertamax ke pertalite," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Bagi SPBU, peralihan itu tidaklah masalah karena stok pengiriman pertalite masih aman. Apalagi dilakukan pembatasan untuk jumlah pembelian. "Untuk roda dua dibatasi lima liter dan roda empat 20 liter," katanya.
Jatah kiriman pertalite ke SPBU Mabuun sendiri setiap pekan mencapai 8 ribu liter. Sedangkan pertamax tidak ada batasan, menyesuaikan pesanan SPBU ke Pertamina.
Namun, dia mengakui, melihat pembelian yang terus berkurang, dapat mengubah jumlah pesanan kiriman pertamax. Biasanya bisa pesan 12 ribu liter, ada kemungkinan menjadi 8 ribu liter saja.
Walaupun demikian, Irwin yakin, masalah perubahan harga dan peralihan penggunaan BBM ini akan kembali normal dalam jangka waktu dua pekan. Kemudian, akan kembali seperti semula.
Pasalnya, pengendara kendaraan bermotor masih melakukan penyesuaian perubahan harga.
Editor : Arif Subekti