Program tersebut diperuntukkan bagi lulusan pondok pesantren asal HSS yang ingin melanjutkan studi ke sejumlah perguruan tinggi ternama di Timur Tengah, yakni Universitas Al-Azhar Mesir, Universitas Al-Ahgaff Yaman, dan Universitas Al-Washatiyah Seiyun.
Pendaftaran telah dibuka sejak 3 Juni 2026 dan berlangsung hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian.
Ketua Panitia Pelaksana Program Beasiswa MUI HSS, Latief Kamaruddin, mengatakan program ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi para santri yang memiliki keinginan menimba ilmu agama di Timur Tengah.
Ia menjelaskan, beasiswa tersebut dikhususkan bagi santri asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan, meskipun mereka menempuh pendidikan di pondok pesantren yang berada di dalam maupun luar Kalimantan Selatan.
"Yang penting berasal dari HSS. Lulusannya boleh dari pondok pesantren mana saja, baik di Kalimantan Selatan maupun luar daerah. Program ini terbuka untuk umum, tetapi akan diprioritaskan bagi santri yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik serta berasal dari keluarga kurang mampu," ujar Latief, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, pada tahun ini panitia menyediakan dua jalur pendaftaran, yakni jalur umum dan jalur khusus yang menggunakan rekomendasi dari MUI kecamatan.
Keberadaan jalur khusus tersebut, lanjut Latief, merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten HSS agar setiap kecamatan memiliki perwakilan putra-putri daerah yang menempuh pendidikan di Timur Tengah.
"Adanya jalur khusus ini untuk mendukung program Bupati HSS, sehingga diharapkan setiap kecamatan memiliki keterwakilan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Timur Tengah," katanya.
Setelah mendaftar, para calon penerima beasiswa akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi yang disiapkan panitia. Seleksi tersebut meliputi pemeriksaan kelengkapan berkas administrasi, tes tertulis, hingga wawancara untuk mengukur kesiapan akademik dan motivasi peserta.
Melalui program ini, MUI HSS berharap semakin banyak generasi muda daerah yang memiliki kesempatan menimba ilmu di pusat-pusat pendidikan Islam dunia, sekaligus menjadi kader ulama dan cendekiawan yang nantinya dapat berkontribusi bagi pembangunan keagamaan dan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Editor : Sutrisno