Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Memasuki Kemarau, Petani di Tapin Diingatkan Tak Bakar Jerami Usai Panen

Rasidi Fadli • Kamis, 4 Juni 2026 | 09:11 WIB
Petani diimbau tak membakar jerami usai panen. (Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin)
Petani diimbau tak membakar jerami usai panen. (Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah sudah mulai memasuki musim panas meskipun masih terdapat hujan dengan intensitas ringan di beberapa daerah.

“Untuk saat ini sesuai prediksi BMKG, sudah memasuki musim panas, walaupun masih ada hujan sedikit,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan maupun kekeringan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran lahan dan kekeringan,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sebagian wilayah di Kabupaten Tapin telah memasuki masa panen padi. Sementara sebagian lainnya diperkirakan baru akan memasuki masa panen dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, memerlukan kehati-hatian para petani dalam mengelola lahan pascapanen agar tidak menimbulkan risiko kebakaran yang dapat merugikan petani lainnya.

“Khusus saat ini sebagian wilayah sudah memasuki masa panen, dan ada sebagian yang belum karena dalam waktu satu sampai dua minggu ini,” jelasnya.

BPBD Tapin secara khusus mengimbau petani yang telah selesai melakukan panen agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar sisa batang padi atau jerami.

Sebaliknya, sisa hasil panen tersebut dianjurkan untuk diolah kembali dan dicampurkan ke dalam tanah sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi kesuburan lahan pertanian.

“Kami mengimbau kepada para petani yang sudah melaksanakan panen padi agar lebih bijak dalam mengelola lahan pertanian. Jangan membakar sisa batang-batang padi hasil panen. Kalau bisa diolah kembali bersama tanah pertanian menjadi pupuk,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lahan pertanian, tetapi juga menjadi upaya pencegahan terhadap kerugian yang lebih besar akibat kebakaran lahan.

Ia mencontohkan, kebakaran yang berasal dari lahan pascapanen dapat dengan mudah merambat ke area persawahan di sekitarnya yang masih belum dipanen.

“Selain berguna untuk lahan pertanian, cara itu juga dapat mengurangi atau mencegah kerugian yang lebih besar. Kalau ada petani membakar lahannya sementara di sebelahnya masih ada tanaman padi yang belum dipanen, tentu akan sangat merugikan apabila api merambat dan membakar lahan tersebut,” pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
#karhutla #BPBD #Tapin #kemarau