Klinik Hewan Pemkab Banjar Subsidi Biaya dan Layanan Keliling ke Pelosok

M Fadlan Zakiri • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 18:22 WIB

KESEHATAN HEWAN: Petugas Klinik Hewan Kawanku Bungas milik Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memeriksa kesehatan hewan peliharaan warga dalam layanan klinik keliling “Lakiku Bungas”. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
KESEHATAN HEWAN: Petugas Klinik Hewan Kawanku Bungas milik Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memeriksa kesehatan hewan peliharaan warga dalam layanan klinik keliling “Lakiku Bungas”. (FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM,  Martapura -  Klinik Hewan Kawanku Bungas milik Pemerintah Kabupaten Banjar terus diminati masyarakat.

Selain biaya layanan yang disubsidi pemerintah, inovasi klinik keliling "Lakiku Bungas" turut memperluas jangkauan hingga ke wilayah terpencil.

Kepala Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, drh Lulu Vilavardi, menjelaskan subsidi pemerintah membuat biaya layanan jauh lebih terjangkau dibanding klinik swasta.

"Kalau pemerintah tentu sifatnya subsidi. Masyarakat sangat terbantu. Kalau di tempat swasta mungkin hanya mampu membawa satu atau dua ekor hewan, di klinik pemerintah bisa lebih banyak karena biaya pelayanannya lebih terjangkau," ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Peran Penting dalam Pengendalian Rabies

Klinik hewan pemerintah juga memiliki peran strategis dalam pengendalian penyakit zoonosis, khususnya rabies.

Pemantauan hewan pembawa rabies seperti anjing dinilai lebih mudah dilakukan melalui layanan klinik.

Ketika terjadi laporan gigitan atau indikasi penularan penyakit, penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, sektor kesehatan, hingga Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.

"Semua bergerak bersama untuk melakukan pembatasan dan penanganan cepat," jelasnya.

Layanan Keliling Jemput Bola ke Pelosok

Untuk memperluas jangkauan, Distan Banjar menghadirkan program klinik hewan keliling bertajuk "Lakiku Bungas" sebagai solusi bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan di Kota Martapura.

"Wilayah Kabupaten Banjar cukup luas. Ada masyarakat di Gambut, Karang Intan, Simpang Empat hingga daerah lainnya yang kesulitan membawa hewan kesayangannya ke kota. Karena itu kami hadir dengan konsep menjemput bola," ungkap Lulu.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan keliling terbilang tinggi karena warga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk datang ke Kota Martapura.

Butuh Laboratorium untuk Diagnosa Lebih Akurat

Klinik Kawanku Bungas fokus menangani hewan kesayangan seperti kucing, monyet, hingga kuda. Adapun hewan ternak seperti sapi, kambing, dan unggas ditangani melalui unit puskeswan.

Klinik yang telah beroperasi sekitar 10 tahun ini mencatat peningkatan jumlah pasien setiap tahun. Namun Lulu menyebut pihaknya masih membutuhkan fasilitas penunjang diagnosa, terutama laboratorium pemeriksaan.

"Mendiagnosa penyakit tidak cukup hanya melihat fisik saja. Perlu pemeriksaan darah, kotoran, bahkan mungkin rontgen," bebernya.

Ia berharap dukungan anggaran ke depan dapat mewujudkan fasilitas tersebut agar pelayanan kesehatan hewan semakin optimal dan diagnosa penyakit semakin akurat. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
Klinik Hewan Kawanku Bungas layanan bersubsidi dan keliling pelosok pasien terus meningkat tiap tahun Pemkab Banjar