RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Tapin akan terus memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bersamaan dengan vaksinasi sejauh ini belum menemukan adanya ternak yang terjangkit penyakit.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tapin, Muhammad Erwin, mengatakan pihaknya terus melakukan pemeriksaan di sejumlah titik peternakan, khususnya terhadap sapi yang telah dipersiapkan untuk kebutuhan kurban.
“Pemeriksaan sudah kami lakukan sekaligus dengan vaksinasi. Hasilnya aman, tidak ditemukan hewan yang sakit,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Meski demikian, pengawasan belum berhenti. Dinas Pertanian Tapin juga akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap hewan ternak yang masuk dari luar daerah menjelang pelaksanaan Iduladha.
Pasalnya, sapi dari luar kabupaten umumnya baru didatangkan satu hingga dua hari sebelum hari penyembelihan.
“Yang belum kami periksa adalah hewan yang masuk dari luar kabupaten. Biasanya masuk satu atau dua hari sebelum hari H,” jelas Erwin.
Dari sisi ketersediaan, Tapin dipastikan masih memiliki stok sapi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, Kabupaten Tapin selama ini juga menjadi daerah pemasok sapi bagi sejumlah wilayah lain seperti Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong, hingga daerah sekitarnya.
“Untuk ketersediaan sapi di Tapin masih terpenuhi. Bahkan kita juga menyuplai ke daerah lain,” katanya.
Data sementara Dinas Pertanian Tapin mencatat populasi sapi saat ini mencapai 1.382 ekor. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan terbaru dari para peternak.
“Data ini masih sementara, karena biasanya masih ada penambahan,” ucapnya.
Sebagai gambaran, kebutuhan sapi kurban di Kabupaten Tapin pada Iduladha 2025 mencapai sekitar 745 ekor. Tahun ini, kebutuhan diperkirakan meningkat meski tidak terlalu signifikan.
Untuk memastikan hewan kurban tetap sehat, Dinas Pertanian Tapin rutin melakukan vaksinasi massal, pemberian vitamin, obat cacing, hingga pemeriksaan kesehatan langsung ke kandang-kandang peternak.
“Kami turun langsung ke beberapa titik, terutama peternak besar, untuk memastikan ternak dalam kondisi sehat,” katanya.
Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan Iduladha berjalan lancar serta memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman dan layak.
“Harapannya pelaksanaan Iduladha berjalan lancar, hewan kurban sehat, dan aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto