RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Balangan sejak Minggu (17/5) malam hingga Senin (18/5/2026) pagi mulai berdampak pada lahan pertanian warga di Kecamatan Awayan.
Sejumlah kebun milik warga dilaporkan sempat tergenang air hingga memicu kekhawatiran ancaman gagal panen.
Kondisi tanah yang lembek dan basah membuat berbagai tanaman hortikultura terdampak langsung. Tanaman cabai milik petani banyak yang rebah, sementara sebagian lainnya mulai menunjukkan gejala layu.
Salah seorang petani sayur di Awayan, Khairullah, mengatakan genangan air paling rawan terjadi di lahan dengan sistem drainase yang kurang baik.
“Kondisi tanaman setelah diguyur hujan deras ada yang mulai layu, dan beberapa batang cabai terlihat rebah karena tanah terlalu lembek. Yang paling kami khawatirkan saat ini adalah pembusukan akar dan serangan jamur,” ujarnya.
Petani yang mengelola lahan cabai, terong, dan berbagai jenis sayuran itu menilai cuaca ekstrem menjadi ancaman serius bagi sektor hortikultura maupun perkebunan di wilayah tersebut.
Selain menurunkan kualitas hasil panen dan menyebabkan daun tanaman menguning, hujan lebat juga menghambat aktivitas ekonomi petani lainnya.
“Untuk petani karet, cuaca seperti ini otomatis membuat aktivitas menyadap harus berhenti sementara karena batang pohon basah dan hasil getah tidak maksimal. Petani sayur juga terpaksa menunda panen karena lahan becek,” tambahnya.
Khairullah mengaku jika intensitas hujan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan, penurunan omset dan kerugian material akibat kerusakan tanaman sulit dihindari.
Kerugian bahkan diperkirakan bisa mencapai jutaan rupiah tergantung luas lahan yang terdampak.
Menghadapi kondisi tersebut, para petani mulai melakukan langkah penyelamatan secara mandiri. Mereka bergotong royong membersihkan dan memperdalam saluran drainase agar air tidak menggenang di area perakaran tanaman.
Selain itu, petani juga menegakkan kembali batang tanaman yang roboh dan bersiap melakukan penyemprotan fungisida secara berkala untuk mencegah serangan penyakit.
Namun keterbatasan modal dan sarana membuat petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah melalui instansi terkait.
“Harapan kami kepada pemerintah dan Dinas Pertanian, semoga ada perhatian lebih untuk petani saat cuaca ekstrem seperti sekarang. Baik itu bantuan obat-obatan pertanian, pendampingan teknis di lapangan, hingga stimulan bantuan bibit jika sampai terjadi gagal panen,” pungkasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto