RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tapin dalam menjaga kesehatan jemaah haji terus dilakukan menjelang keberangkatan musim haji 2026.
Tidak hanya memastikan kelengkapan administrasi, kondisi kesehatan para calon tamu Allah juga dipantau secara ketat melalui tahapan pemeriksaan berlapis.
Petugas Haji Daerah Kabupaten Tapin tahun 2026, Noor Ipansyah, mengatakan dari informasi petugas kesehatan pemeriksaan jemaah haji dilakukan melalui tiga tahapan guna memastikan seluruh jemaah benar-benar layak berangkat ke Tanah Suci.
“Pemeriksaan tahap pertama dilakukan saat mendaftar haji atau awal tahun keberangkatan. Kemudian tahap kedua dilakukan saat jemaah sudah ditetapkan berangkat pada tahun berjalan, dan tahap ketiga menjelang masuk asrama haji sebagai verifikasi akhir kelayakan terbang,” jelasnya, Jumat (8/5/2026).
Menurut Noor Ipansyah, saat ini jemaah haji Tapin masih berada pada tahapan kedua, yakni pembinaan kesehatan secara intensif yang dilakukan Tim Kesehatan Haji Kabupaten Tapin bekerja sama dengan Tenaga Kesehatan Haji (TKH).
Pembinaan tersebut difokuskan terutama kepada jemaah kategori risiko tinggi atau risti. Bentuk pembinaan meliputi olahraga kebugaran, home care, edukasi kesehatan hingga rujukan ke dokter spesialis apabila diperlukan.
“Kalau tahap kedua selesai, nanti masuk tahap ketiga yakni verifikasi akhir untuk memastikan jemaah benar-benar fit to fly sebelum berangkat,” katanya.
Ia mengungkapkan, dari total jemaah haji Kabupaten Tapin tahun 2026 terdapat 35 orang atau sekitar 13,6 persen masuk kategori risiko tinggi. Mayoritas didominasi penyakit hipertensi, diabetes mellitus dan gangguan jantung.
Meski demikian, pihaknya memastikan pelayanan kesehatan tetap siap mendampingi jemaah selama musim haji berlangsung.
“Petugas kesehatan siap membersamai jemaah dalam seluruh rangkaian ibadah. Pemantauan kesehatan berkala juga terus dilakukan, terutama kepada jamaah PRISTI,” ujarnya.
Tak hanya itu, koordinasi lanjutan terhadap hasil pemeriksaan kesehatan maupun rujukan dokter spesialis baik di Kabupaten Tapin maupun luar daerah juga terus dipantau sebagai bagian pembinaan kesehatan jemaah.
Sementara itu, menjelang keberangkatan, terdapat sejumlah jemaah yang juga telah mengajukan penggunaan alat bantu mobilitas seperti kursi roda dan tongkat selama perjalanan ibadah haji.
Data sementara mencatat sembilan jemaah akan membawa kursi roda, empat jemaah menggunakan tongkat, serta satu jemaah membawa keduanya sekaligus.
Langkah pendataan tersebut dilakukan agar pelayanan dan pendampingan selama perjalanan maupun pelaksanaan ibadah di Tanah Suci dapat berjalan maksimal dan sesuai kebutuhan masing-masing jemaah.
Pemerintah Kabupaten Tapin pun berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Editor : Sutrisno