RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Kelangkaan BBM bersubsidi jenis bio solar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memicu keresahan sopir truk. Para sopir yang tergabung dalam Persatuan Buhan Sopir Truk HSU (PPBST HSU) berencana menggelar aksi damai ke DPRD HSU, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas sulitnya mendapatkan solar bersubsidi di lapangan. Selain langka, harga yang beredar juga disebut jauh di atas ketentuan resmi.
Ketua PPBST HSU Gazali Rahman menegaskan kondisi sudah mendesak. “Bio solar nyaris tidak tersedia. Kalaupun ada, harganya jauh di atas aturan. Ini sangat membebani kami,” ujarnya.
Audiensi dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 Wita di Kantor DPRD HSU. PPBST HSU meminta kehadiran bupati, tim satgas pengendalian BBM, perwakilan SPBU, serta instansi terkait.
Dalam pertemuan itu, para sopir menargetkan solusi konkret paling lambat tujuh hari kerja setelah audiensi. Mereka menilai persoalan distribusi BBM subsidi sudah mengganggu operasional angkutan barang.
Tuntutan Sopir Truk HSU
PPBST HSU juga mengajukan sepuluh tuntutan. Di antaranya penjualan BBM sesuai harga resmi, penambahan kuota solar, serta penertiban pungutan liar.
Selain itu, mereka meminta pengaturan antrean tanpa harus menginap, pengendalian harga di tingkat pengecer, hingga peningkatan pengawasan oleh satgas.
Kelangkaan ini dinilai berdampak langsung pada sektor distribusi barang yang menjadi tulang punggung ekonomi di HSU.
DPRD Siap Fasilitasi Audiensi
Ketua Komisi II DPRD HSU H. Mukhsin Haita menyatakan pihaknya siap memfasilitasi aspirasi para sopir.
“Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti melalui audiensi agar ada solusi konkret,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar tepat sasaran.
Sementara itu, pihak kepolisian mengklaim upaya pengaturan distribusi terus dilakukan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Iptu Asep menyebut pengamanan antrean di SPBU Banjang menjadi salah satu contoh.
“Dari data hari ini, lebih 90 truk yang antre di SPBU Banjang terlayani semua. Setiap truk mendapat jatah 80 liter sesuai barcode,” ujarnya.
Polisi juga mengimbau para sopir tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan santun saat audiensi berlangsung. (*)
Editor : M. Ramli Arisno