Minta Jangan Bakar Hutan Atau Semak, H Muhidin Ingatkan Bahaya Karhutla Pada Puncak Kemeriahan Hari Jadi Kabupaten HSU ke-74
M Akbar Radar Banjarmasin• Sabtu, 2 Mei 2026 | 16:47 WIB
HADIR: Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan sambutan di Puncak Hari Jadi Kabupaten HSU di Kota Amuntai, Sabtu (2/5/2026).(Foto: M Akbar/Radar Banjarmasin)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI - Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ke-74 berlangsung semarak di Lapangan Pahlawan Amuntai, Sabtu (2/5/2026).
Di balik kemeriahan itu, Gubernur Kalsel H Muhidin menyoroti ancaman serius musim kemarau, khususnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam sambutannya, Muhidin mengaku bangga dengan kekompakan masyarakat HSU, terutama peran ulama yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah.
Ia berharap momentum hari jadi menjadi pemicu kebangkitan HSU menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera.
“Selamat Hari Jadi ke-74 Kabupaten HSU. Semoga momen ini membangkitkan HSU. Keberhasilan pembangunan lahir dari kebersamaan,” ujarnya.
Namun, di tengah euforia perayaan, H Muhidin mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi musim kemarau yang mulai melanda.
Ia menegaskan pembakaran hutan dan lahan harus dihindari karena berisiko memicu bencana yang lebih besar.
“Jangan membakar hutan atau semak. Ini sangat berbahaya. Mari kita jaga bersama agar lahan tidak terbakar,” tegasnya.
Menurutnya, kewaspadaan dini menjadi kunci untuk mencegah karhutla, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
Peran masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga lingkungan, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.
Di sisi lain, Muhidin tetap mengapresiasi pelaksanaan peringatan hari jadi yang berlangsung sederhana namun meriah. Beragam penampilan seni budaya daerah, seperti tarian tradisional dan Mamanda, mendapat perhatian khusus.
Ia bahkan menilai potensi budaya lokal HSU layak ditampilkan di tingkat nasional, termasuk di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
“Penampilan budaya daerah ini luar biasa. Ini bisa menjadi kebanggaan dan ditampilkan di tingkat nasional,” pungkasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-74 HSU pun tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman musim kemarau.