Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Taklukkan Kategori Tersulit, Tim DPKP Banjar Tembus Juara 2 Nasional di NFSC 2026

M Fadlan Zakiri • Jumat, 1 Mei 2026 | 15:12 WIB
SURVIVAL: Tim DPKP Kabupaten Banjar usai mengikuti kategori survival dalam NFSC 2026 di Benteng Kuto Besak, Palembang, dan berhasil meraih juara dua nasional. (KASYAF UNTUK RADAR BANJARMASIN)
SURVIVAL: Tim DPKP Kabupaten Banjar usai mengikuti kategori survival dalam NFSC 2026 di Benteng Kuto Besak, Palembang, dan berhasil meraih juara dua nasional. (KASYAF UNTUK RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar berhasil meraih juara dua nasional pada kategori survival dalam ajang National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026.

Kompetisi tersebut berlangsung di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, pada 27–29 April 2026, dan diikuti 42 tim dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Pada kategori survival, posisi pertama diraih Kota Makassar, disusul Kabupaten Banjar di posisi kedua, dan Kota Bekasi 2 di posisi ketiga. 

Sementara itu, Kota Bekasi 1 keluar sebagai juara umum berkat performa konsisten di seluruh kategori.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kedisiplinan tim selama persiapan.

“Kami memberangkatkan satu tim inti berisi enam personel terbaik, didampingi dua official. Setiap anggota memiliki peran spesifik yang sudah dilatih,” ujarnya, Jumat (1/5).

Kategori survival dikenal sebagai salah satu yang paling berat karena menguji ketahanan fisik dan mental dalam kondisi ekstrem, seperti ruang gelap, sempit, dan penuh rintangan dengan suplai udara terbatas.

Menurut Kasyaf, kunci utama dalam kategori ini bukan hanya kemampuan fisik, tetapi juga pengendalian diri.

“Di kondisi tersebut, musuh terbesar bukan medannya, tapi kepanikan. Karena itu anggota dilatih untuk tetap tenang, menjaga ritme napas, dan percaya pada rekan satu tim,” katanya.

Ia menjelaskan, tim menjalani persiapan intensif selama kurang lebih dua bulan sebelum berangkat ke Palembang. 

Latihan dilakukan dengan memanfaatkan kondisi lapangan di daerah, termasuk membuat simulasi ruang terbatas secara mandiri.

“Kami membuat modul latihan sendiri dengan rintangan kompleks agar tim terbiasa menghadapi kondisi paling sulit,” jelasnya.

Selain faktor teknis, kekompakan tim juga menjadi penentu keberhasilan di lapangan.

“Kepercayaan antar anggota itu mutlak. Tanpa itu, koordinasi tidak akan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Kasyaf menegaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan personel DPKP Kabupaten Banjar mampu bersaing di tingkat nasional, meski dengan keterbatasan fasilitas.

“Kita mungkin tidak unggul dari sisi fasilitas, tapi tidak boleh kalah dalam mental, disiplin, dan kesiapan,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini tidak berhenti sebagai prestasi semata, melainkan berdampak langsung pada peningkatan layanan kepada masyarakat.

“Teknik yang kami dapatkan di NFSC akan diimplementasikan dalam SOP penyelamatan di lapangan. Ini untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” katanya.

Ke depan, DPKP Banjar menargetkan peningkatan kualitas secara menyeluruh melalui transfer pengetahuan kepada seluruh personel.

“PR kami adalah menjaga konsistensi dan memastikan kemampuan ini merata di semua anggota,” pungkasnya.

Editor : Sutrisno
#Banjar #damkar