RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru - Ambisi Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk naik kelas dalam urusan Pengarusutamaan Gender (PUG) kini sedang diuji.
Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Pemkab mulai memanaskan mesin lewat rapat persiapan penilaian Program Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D), Selasa (28/4).
Namun, rapat yang digelar di ruang kolaborasi Baperida ini bukan sekadar seremoni. Ada beban berat yang dipikul, yaitu menaikkan skor ketahanan keluarga dari 73,6 menjadi di atas 75 persen pada penilaian tingkat provinsi, bulan Mei mendatang.
Saat hadir dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, menegaskan bahwa urusan PK2D bukanlah kerjaan sampingan satu dinas saja. Ia menyentil pentingnya keterlibatan lintas sektor, mulai dari Pendidikan, Kesehatan, hingga PUPR.
"Ini bukan hanya tanggung jawab Pemda sendirian. Skor kita saat ini sudah cukup baik, tapi kalau mau meningkat di penilaian provinsi nanti, semua perangkat daerah dari kabupaten sampai desa harus benar-benar aktif, bukan sekadar hadir di rapat," tegas Syairi.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua PKK Kotabaru, Siti Khadijah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini jangan hanya dilihat sebagai ajang mengejar angka atau nilai di atas kertas saat tim provinsi datang.
"Rapat ini wadah evaluasi kerja nyata. Apakah kesejahteraan keluarga di Kotabaru benar-benar meningkat atau hanya sekadar formalitas penilaian,” tegasnya.
Sedangkan, Kepala DP3APPKB Kotabaru, ISri Sulistyani, memaparkan bahwa Kecamatan Sampanahan akan menjadi titik fokus penilaian pada 20 Mei mendatang.
“Pada tahun 2025 lalu, sudah ada empat desa yang masuk kategori utama. Namun, tantangan tahun ini lebih besar untuk memastikan Kotabaru benar-benar responsif gender secara sistemik,” beritahunya.
Di sela rapat tersebut, Pemkab Kotabaru sedikit bisa bernapas lega dengan diterimanya penghargaan Terbaik 1 Regional Tengah Penilaian Kabupaten Kota Pangan Aman tahun 2025 dari BPOM Tanah Bumbu.
Editor : M Oscar Fraby