Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Viralkan MBG Bermasalah! Ketua DPRD Kalsel Supian HK Desak Evaluasi Total

M Oscar Fraby • Selasa, 28 April 2026 | 10:15 WIB
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK
Ketua DPRD Kalsel, Supian HK

BANJARMASIN - Dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), memantik reaksi Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. Ia mendesak adanya evaluasi total.

Tak hanya di HSU, juga terhadap prosedur dapur pengolahan di seluruh wilayah Kalsel. “Saya minta standar kesehatan benar-benar dijaga. Cara memasak dan mengolahnya harus dievaluasi total agar memenuhi syarat medis,” tegasnya, Senin (27/4).

Menurutnya, kendala prosedur MBG tidak hanya terjadi di Kalsel, tapi juga di berbagai provinsi lain di Indonesia. Maka, ia mendorong masyarakat dan sekolah untuk tidak ragu melaporkan atau memviralkan jika menemukan penyimpangan, dengan didukung bukti yang valid.

Dirinya menyatakan keprihatinan meski pihak pengelola MBG Kalsel telah mengakui adanya kesalahan prosedur. Menurutnya, misi mulia program ini sedianya untuk mencerdaskan anak bangsa. Namun, jangan sampai justru mengancam keselamatan nyawa mereka. “Tujuannya baik untuk gizi dan meringankan beban orang tua, tapi aspek kesehatan tetap yang utama,” tekannya.

Dibertakan sebelumnya, dugaan keracunan menu MBG terjadi di SMKN 1 Amuntai, Kamis (23/4). Puluhan siswa diduga keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG dari sebuah SPPG yang berlokasi di Amuntai Tengah. 

Tak hanya itu, sejumlah warga yang mengikuti kegiatan Posyandu di Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah juga mengalami keracunan, diduga mengkonsumsi menu yang sama seperti yang disajikan di SMKN 1 Amuntai. 

Menu yang disajikan pihak SPPG tersebut berupa mie. Menurut sebagian warga, menu mie menyerupai spageti itulah yang diduga membuat para korban mengalami gejala pusing dan mual.

Akibat kejadian ini, puluhan warga dan juga para siswa SMKN 1 Amuntai dilarikan ke RS Mulia Amuntai untuk mendapatkan penanganan medis. Saat itu, korbannya mencapai sekitar 61 orang, 19 orang di antaranya masih menjalani observasi, selebihnya telah diperbolehkan pulang.

Kadis Kesehatan HSU, Moch Yandi Friyadi, melalui Kabid P2, Fajeri menyatakan belum tahu persis penyebabnya. “Kami tunggu hasil laboratorium. Mereka akan memeriksa sampel makanannya,” ujarnya.

Editor : Arief
#kalimantan selatan #spp #Supian HK #DPRD Kalsel #Mbg