RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Pemkab Tapin memanfaatkan momentum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Kemarau 2026 dan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk mengajukan sejumlah usulan strategis, khususnya di sektor penguatan infrastruktur pertanian.
Kepala Bappelitbang Kabupaten Tapin, Meidy Harris Prayoga, menyampaikan Rakornas yang digelar di Auditorium Kantor Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026) tersebut menjadi ruang penting bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
“Fokus kita jelas, memastikan kesiapan menghadapi potensi kemarau panjang sekaligus menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, usulan yang disampaikan didominasi pada penguatan sistem irigasi,” ujarnya, Selasa (21/4/2026) kepada Radar Banjarmasin.
Baca Juga: Kebut Regulasi Hak Atas Kekayaan Intelektual, DPRD Kota Banjarmasin Sebut Tak Perlu Lembaga Baru
Dalam forum yang dipimpin langsung Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman itu, Pemkab Tapin melalui Wakil Bupati Kabupaten Tapin, H Juanda, mengajukan bantuan irigasi perpompaan sebanyak 689 titik.
Selain itu, juga diusulkan irigasi perpipaan sebanyak dua titik, serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier di 63 titik.
Tak hanya itu, Pemkab Tapin juga mengusulkan program cetak sawah baru seluas kurang lebih 4 ribu hektare.
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas areal tanam, sekaligus mendukung target swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Meidy menegaskan usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan prioritas daerah, terutama dalam mengantisipasi dampak fenomena iklim seperti El Nino yang berpotensi memicu kekeringan.
“Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kita optimistis produksi padi tetap terjaga, bahkan meningkat. Ini penting agar Tapin bisa berkontribusi sebagai daerah penyangga pangan,” katanya.
Baca Juga: Audit Aset, BPK Periksa Ratusan Kendaraan Dinas Pemkab Balangan
Dalam arahannya, Mentan meminta seluruh Kepala Daerah serius mendukung program nasional tersebut, termasuk melalui optimalisasi lahan, percepatan cetak sawah, serta penyediaan regulasi yang efektif dan efisien.
Lebih lanjut, Meidy menyebutkan usulan dari daerah akan dibahas lebih lanjut di tingkat Direktorat Jenderal bersama Pemerintah Daerah.
Daerah yang aktif dan hadir langsung dalam rakornas disebut akan menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan.
Baca Juga: Sampah di Banjarbaru 184 Ton per Hari, 88 Persen Terbuang, Ini Solusi dari Menteri LHra
“Harapan kita, Tapin tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga berperan sebagai penyuplai bagi kawasan strategis, termasuk wilayah Ibu Kota Nusantara ke depan,” pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani