Hadapi Ancaman El Nino, Dishut Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

admin • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 15:56 WIB
sggfsag
MENYIMAK:Kadishut Kalsel, Fathimatuzzhar didampingi Kepala Bidang PKSDAE, Rudiono Herlambang mengikuti video conference antisipasi El Nino Godzilla.  
 
BANJARBARU – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel), Fathimatuzzahra didampingi Kepala Bidang PKSDAE, Rudiono Herlambang mengikuti video conference dalam rangka antisipasi fenomena El Nino “Godzilla” di Ruang Rapatama Polda Kalsel. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, serta dipimpin secara daring oleh Wakapolri dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda, Polres, serta instansi terkait di seluruh Indonesia.
 
Untuk Kalsel, kegiatan ini dipusatkan di Rupatama Polda Kalsel sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Mengawali kegiatan, disampaikan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan mulai berlangsung pada periode Mei hingga Juni dan akan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September, dengan kondisi yang cenderung di bawah normal sehingga lebih kering di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko karhutla, terutama pada daerah rawan dan wilayah dengan karakteristik lahan gambut.
 
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi karhutla, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim global yang berpotensi meningkatkan intensitas kebakaran. Sejalan dengan itu, data pemantauan karhutla periode 2021–2026 menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada periode musim kering. Karhutla masih didominasi oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan, yang diperparah oleh kemarau panjang.
 
Selain itu, kebakaran pada lahan gambut memberikan kontribusi emisi gas rumah kaca yang lebih besar dibandingkan lahan mineral. Paparan dari Dirjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, serta Astamaops Kapolri turut menegaskan pentingnya penguatan penegakan hukum, upaya pengendalian karhutla, serta kesiapan simulasi dalam menghadapi potensi krisis nasional berbasis perubahan iklim.
 
Kadishut Kalsel, Fathimatuzzahra menyampaikan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi karhutla, di antaranya peningkatan patroli terpadu, deteksi dini titik panas (hotspot), kolaborasi dengan stakeholder terkait dan perusahaan PPKH dan PBPH serta penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pembinaan masyarakat peduli api di tingkat tapak. Beliau menegaskan bahwa potensi kebakaran tetap ada dan perlu diwaspadai, terlebih dengan prediksi musim kemarau yang cenderung lebih kering pada tahun 2026. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas utama guna menekan risiko karhutla serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Editor : Fauzan Ridhani
El Nino Godzilla video conference Dishut Kalsel banjarbaru kapolda kalsel