TANJUNG - Keberangkatan jemaah calon haji Kabupaten Tabalong dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal, meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tabalong, Nabhan Fansuri, menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan jadwal keberangkatan jemaah.
Hal itu disampaikannya di sela kegiatan manasik haji akbar tingkat kabupaten di Masjid Al Abrar, Senin (30/3/2026).
Ia meminta para jemaah tidak perlu khawatir dan tetap fokus mempersiapkan diri menjalankan ibadah di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.
“Proses haji tetap berjalan sesuai rencana. Kami mengacu pada kebijakan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang menjamin pelaksanaan ibadah haji tetap aman,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario antisipasi, termasuk kemungkinan perubahan rute penerbangan jika situasi mengharuskan.
Sebanyak 610 jemaah calon haji asal Tabalong akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni BDJ 03 dan BDJ 19.
Saat ini, seluruh tahapan persiapan telah hampir rampung, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga manasik haji.
Adapun jadwal keberangkatan ditetapkan pada 26 April 2026 dan 19 Mei 2026 mendatang.
Dengan kepastian ini, jemaah diharapkan tetap tenang dan fokus mempersiapkan diri, sembari menunggu perkembangan situasi global dari pemerintah.
Editor : Eddy Hardiyanto