MARTAPURA - Ancaman sampah di jalur pendakian Gunung Kahung tak lagi dianggap sepele.
Pengelola kini mengambil langkah tegas dengan menerapkan sistem audit sampah berbasis zero waste.
MARTAPURA - Ancaman sampah di jalur pendakian Gunung Kahung tak lagi dianggap sepele.
Pengelola kini mengambil langkah tegas dengan menerapkan sistem audit sampah berbasis zero waste.
Ketua Pokdarwis Kahung Raya, Hendri Hidayat, menyebut kondisi sampah sudah mengkhawatirkan.
Baca Juga: Terapkan Zero Waste Ketat, Pendaki Gunung Kahung Siap-siap Disanksi Jika Tinggalkan Sampah
Tumpukan plastik hingga kaleng kerap ditemukan di area perkemahan dan sumber air.
“Dalam satu kali aksi bersih-bersih, kami bisa mengangkut puluhan karung sampah plastik dan kaleng dari jalur pendakian,” ujarnya, Senin (24/3/2026).
Ia menegaskan, langkah tegas ini diambil demi menjaga kelestarian kawasan.
Baca Juga: ULM dan Menteri LH Perkuat Kolaborasi Penanganan Sampah
“Kami ingin pariwisata Kahung ini bertahan lama. Bukan sekadar ramai, tapi alamnya hancur,” tegasnya.
Sejak 19 Maret 2026, setiap pendaki wajib mengikuti audit sampah. Seluruh barang berpotensi menjadi sampah dicatat saat naik dan harus ditunjukkan kembali saat turun.
“Kalau jumlahnya tidak sama, berarti ada yang ditinggalkan di atas,” jelasnya.
Baca Juga: Pemko Banjarmasin Kejar Target Sampah Terkelola 63,41 Persen, ASN Diwajibkan Setor Segini...
Pendaki juga diwajibkan melakukan repacking. Kemasan sekali pakai tidak boleh dibawa naik dan harus diganti dengan wadah pakai ulang.
“Memang terasa ribet di awal. Tapi ini demi kebaikan bersama. Pendaki sejati pasti menghargai aturan menjaga alam,” katanya.
Pengelola menyiapkan area repacking serta regu khusus di pos registrasi. Sanksi juga akan diterapkan bagi pelanggar secara transparan.
“Semua dicatat resmi di buku pos. Jadi jelas siapa yang melanggar,” ujarnya.
Kebijakan ini ditargetkan mampu menekan sampah hingga nol dan menjadikan Kahung sebagai percontohan destinasi zero waste.
“Lebih baik kehilangan pengunjung yang tidak bertanggung jawab daripada harus kehilangan keasrian alam Kahung selamanya,” tandasnya.
Senin, 8 Juni 2026 | 09:07 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:04 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 09:00 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 08:38 WIB
Senin, 8 Juni 2026 | 06:27 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 20:17 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 19:54 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 18:53 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 18:40 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 17:25 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 16:52 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 16:45 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 16:39 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 16:29 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 15:35 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 15:09 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 15:02 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:53 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:48 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:47 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:44 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:23 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:20 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:18 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:14 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:08 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 14:02 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 13:54 WIB
Minggu, 7 Juni 2026 | 13:47 WIB