Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gema Takbir Menggema di Amuntai, Warga Muhammadiyah Salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan

M Akbar Radar Banjarmasin • Jumat, 20 Maret 2026 | 14:08 WIB

RAMAI: Warga Muhammadiyah Kota Amuntai, Kabupaten HSU melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan Amuntai.
RAMAI: Warga Muhammadiyah Kota Amuntai, Kabupaten HSU melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan Amuntai.
AMUNTAI - Gema takbir berkumandang sejak fajar, menyelimuti suasana penuh khidmat di Lapangan Pahlawan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, saat warga Muhammadiyah melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

Sejak pagi hari, jemaah berbondong-bondong memadati lapangan untuk menunaikan salat Id berjemaah.

Nuansa kebersamaan dan kekhusyukan terasa kental, mengiringi pelaksanaan ibadah yang dipimpin oleh Faruq Al Hafidzi sebagai imam, dengan khatib Fathurrohman Ghozalie, Lc.

Dalam khutbahnya bertema “Idulfitri sebagai Titik Awal Menuju Kehidupan yang Diridhai Allah”, khatib mengajak umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, penuh ketakwaan, serta senantiasa dalam ridha Allah Swt.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan.

“Jangan membalas kebaikan dengan keburukan. Kehidupan yang diridhai Allah dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai yang dapat merusak ekosistem,” ujarnya.

Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk menjaga perilaku di ruang publik, termasuk tidak membuang sampah dari kendaraan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Khatib turut mengimbau umat agar menjaga lisan, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti WhatsApp, agar terhindar dari ucapan yang tidak benar dan berpotensi memicu konflik.

Sekretaris Daerah (Sekda) HSU, Adi Lesmana yang juga merupakan warga Muhammadiyah dan turut melaksanakan salat di lokasi tersebut, menyampaikan bahwa momentum Idulfitri harus menjadi ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai toleransi di tengah perbedaan.

Menurutnya, perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah antara pemerintah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026) dan Muhammadiyah bukanlah hal yang perlu dipertentangkan.

“Perbedaan ini adalah bagian dari khazanah umat Islam dalam memperkaya cara pandang dalam menentukan awal bulan Hijriah,” ujarnya.

Semangat Idulfitri diharapkan mampu menjadi titik awal bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, demi terciptanya kehidupan yang damai.

Editor : Sutrisno
#HSU #Amuntai #idulfitri