Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hati-Hati! Jalur Pengaron Retak, Rawan Picu Kecelakaan

M Fadlan Zakiri • Selasa, 17 Maret 2026 | 12:40 WIB

RETAK: Kondisi badan jalan di dekat jembatan di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
RETAK: Kondisi badan jalan di dekat jembatan di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

MARTAPURA - Aspal di sisi jembatan di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar tampak terbelah. Retakan memanjang terlihat jelas di badan jalan, disertai permukaan yang bergelombang akibat penurunan struktur jembatan. 

Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Syarif, warga yang kesehariannya beraktivitas melintasi jalur tersebut, mengatakan kerusakan jalan mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Retakan pada aspal tampak memanjang di sisi jalan menuju jembatan, bahkan di beberapa titik permukaannya terlihat bergelombang akibat penurunan tanah. Karena itulah, kata Syarifz warga memasang tanda peringatan sederhana untuk mengantisipasi risiko kecelakaan.

Ia menjelaskan, jalur tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan Kecamatan Pengaron dengan Sungai Pinang dan Sambung Makmur.

Jalan itu juga menjadi jalur utama mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.

“Kami minta ada perhatian serius dari pemerintah. Jangan menunggu sampai ada korban,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pengaron Haryanto mengatakan pihak kecamatan telah melaporkan kondisi jembatan dan jalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.

“Kami sudah melaporkan perihal jalan tersebut ke Dinas PUPRP bersamaan dengan laporan gorong-gorong yang hampir putus pada 26 Desember 2025. Untuk gorong-gorong sudah selesai diganti dan diperbaiki,” ujarnya saat saat dikonfirmasi,

Menurut Haryanto, penurunan badan jalan kembali dilaporkan pada 4 Januari 2026 pagi.

Pada hari yang sama, tim dari Dinas PUPRP langsung meninjau lokasi dengan pendampingan Pemerintah Desa Pengaron.

Sebagai langkah awal, petugas memasang rambu peringatan dan police line di sekitar jembatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas. “Tim dari dinas juga sudah berdiskusi untuk mencari solusi tercepat, termasuk mencari pabrikan yang bisa memproduksi precast dalam waktu singkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan Dinas PUPRP sambil menunggu pelaksanaan perbaikan.

“Karena volume lalu lintas di jalur ini cukup ramai, dan menjadi akses utama bagi masyarakat Pengaron serta Sungai Pinang,” ungkapnya.

Editor: Arif Subekti

Editor : Arief
#kalimantan selatan #kabupaten banjar #Jalan Rusak