Kegiatan ini dihadiri sekitar 90 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, aparat desa, relawan, hingga organisasi masyarakat. Perwakilan desa yang hadir berasal dari wilayah Kecamatan Martapura seperti Desa Tanjung Rema, Bincau, Tambak Baru, dan Indrasari. Selain itu turut hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda, Linmas, serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
Camat Martapura, Fahrian Rahman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting mengingat sejumlah wilayah di Kecamatan Martapura memiliki potensi kerawanan bencana.
“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan kegiatan ini dalam rangka penanggulangan bencana berbasis masyarakat di wilayah yang rentan terjadi bencana, khususnya di Desa Bincau,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan program penanggulangan bencana yang cukup intensif di Kecamatan Martapura tahun ini. Menurutnya, sejak awal tahun curah hujan cukup tinggi sehingga beberapa wilayah sempat terdampak banjir.
“Terima kasih karena tahun ini banyak kegiatan penanggulangan bencana. Di awal tahun curah hujan cukup tinggi sehingga beberapa wilayah di Kecamatan Martapura mengalami kebanjiran. Namun kondisi tersebut bisa diminimalisir dengan upaya penanggulangan bencana,” katanya.
Fahrian menambahkan, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Kita harus memiliki satu misi dan persepsi bersama bagaimana mengatasi bencana di wilayah Bincau,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menjelaskan bahwa Kabupaten Banjar memiliki beberapa potensi bencana seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, serta tanah longsor.
Ia menyebutkan, beberapa waktu lalu juga terjadi bencana angin puting beliung yang merusak puluhan rumah warga serta kejadian tanah longsor di beberapa wilayah.
“Masyarakat adalah pihak pertama yang mengetahui dan merasakan ketika bencana terjadi. Karena itu peran masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi dan melakukan penanganan awal,” ujarnya.
Melalui program PBBM, pihaknya berharap masyarakat semakin tangguh dan mandiri dalam menghadapi bencana, mulai dari penyusunan peta risiko hingga langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
“Dalam penanggulangan bencana kita harus terus bekerja sama, sehingga masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya.
Editor : Nurhidayat