Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Takut Sepi, Pemkab Tapin Pilih Hati-Hati Membuka Pasar Ramadan

Rasidi Fadli • Senin, 23 Februari 2026 | 12:35 WIB

BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Perdagangan Tapin, M Z Noor Wal Aidi Rakhmat, menjelaskan terkait akan dibukanya pasar Ramadan di Tapin.
BERI KETERANGAN: Kepala Dinas Perdagangan Tapin, M Z Noor Wal Aidi Rakhmat, menjelaskan terkait akan dibukanya pasar Ramadan di Tapin.

RANTAU - Pasar Ramadan di Kabupaten Tapin akhirnya kembali digelar tahun ini. 

Namun, keputusan itu bukan tanpa pertimbangan matang. Dinas Perdagangan Tapin memilih lebih berhati-hati sebelum benar-benar membuka lapak musiman yang selalu dinanti masyarakat tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Tapin, M Z Noor Wal Aidi Rakhmat, menegaskan bahwa pasar Ramadan 2026 bukan sempat ditiadakan tanpa alasan. Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran berharga.

“Terkait pasar Ramadan, bukannya mundur. Tapi pengalaman sebelumnya pengunjungnya kurang. Bahkan sebelum 30 hari, sekitar 80 persen pedagang sudah mundur,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Kondisi itulah yang membuat pada 2025 lalu pasar Ramadan tidak dilaksanakan. Pemerintah daerah tidak ingin para pedagang kembali merugi karena sepinya pembeli.

Namun situasi berbeda terlihat tahun ini. Antusias masyarakat dan pedagang mulai terasa bahkan sebelum Ramadan tiba. Banyak yang menanyakan kepastian pelaksanaan pasar Ramadan.

Meski demikian, Dinas Perdagangan tidak serta-merta membuka. Kajian tetap dilakukan.

“Kita tidak langsung menerima begitu saja. Ramadan pertama dan kedua ini kita lakukan uji petik dulu,” jelasnya.

Uji petik itu dilakukan langsung saat Ramadan, karena karakter pasar ini memang musiman dan hanya ada di bulan puasa. Dari hasil pemantauan di lapangan, lokasi di kawasan Rantau Baru dinilai strategis dan sesuai keinginan masyarakat. Antusias pembeli terlihat ramai, pedagang pun bersemangat.

“Hasil uji petik kita sampaikan ke pimpinan. Dari situ diputuskan untuk memfasilitasi. Dua hari kita lakukan persiapan, dan hari ini pasar Ramadan resmi kita buka, rencananya mulai pukul 14.00 Wita,” katanya.

Lonjakan minat pedagang pun cukup signifikan. Biasanya, jumlah PKL di Rantau Baru hanya sekitar 21 sampai 27 lapak pedagang. Namun saat uji petik dilakukan, tercatat 168 pedagang siap menggelar dagangan, karena sebelumnya mereka mendengar akan ada pasar Ramadan.

“Antusiasnya tinggi sekali. Ini yang menjadi dasar kita berani membuka kembali,” tambahnya.

Menariknya, pasar Ramadan kali ini tidak menyediakan kantong parkir khusus. Skemanya dibuat lebih fleksibel, bahkan bisa langsung drive thru.

“Dari pengalaman sebelumnya, penyediaan parkir justru memberatkan pembeli. Jadi sekarang tidak ada parkir khusus,” ungkapnya.

Untuk stand, para pedagang menyiapkan secara mandiri. Pemerintah daerah berperan dalam memfasilitasi dan memastikan penataan berjalan tertib.

Editor : Sutrisno
#pasar ramadan #Tapin #Rantau