Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Penataan Ulang Kawasan Sekumpul Dikebut, Pemkab Banjar Siapkan Opsi Relokasi Pedagang

M Fadlan Zakiri • Jumat, 13 Februari 2026 | 08:26 WIB
PENUH SESAK: Suasana Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang dipenuhi jemaah menjelang momen 5 Rajab beberapa waktu lalu.
PENUH SESAK: Suasana Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang dipenuhi jemaah menjelang momen 5 Rajab beberapa waktu lalu.

MARTAPURA - Upaya penataan ulang kawasan Sekumpul, Martapura terus dimatangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar. Sejatinya langkah tersebut dilakukan sejak dua tahun terakhir.

Melalui Kelurahan Sekumpul, Pemkab Banjar tercatat telah enam kali melayangkan surat pemberitahuan dan imbauan kepada para pelaku usaha. Terutama yang berada di wilayah Gang Taufik dan sekitarnya, agar merapikan lapak dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat serta peziarah.

Namun, hingga kini imbauan tersebut belum mendapat respons yang optimal. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banjar kembali mengundang para pemilik lapak, berdialog di Kantor Kelurahan Sekumpul, Rabu (4/2).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mengungkap, ada sekitar 60 pedagang hadir dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan, bahwa pentingnya upaya penataan kawasan di sekitar Kubah Abah Guru Sekumpul tersebut. Sehingga kawasan tersebut lebih tertib, rapi, dan sesuai dengan fungsi kawasan religius.

“Pada prinsipnya, sebagian besar pedagang menyatakan mendukung penataan. Namun, mereka masih mempertanyakan kejelasan keberlanjutan usaha dan nasib mereka ke depan,” terangnya, Kamis (12/2).

Ia menegaskan, komitmen Pemkab Banjar untuk menata kawasan religi tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen melakukan penataan kawasan religi, khususnya di sekitar Kubah Abah Guru Sekumpul, agar tetap rapi, tertib, dan nyaman,”  tegasnya.

Pihaknya tetap mengutamakan kepentingan para pedagang sekitar kubah. Termasuk dengan mengupayakan berbagai alternatif relokasi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan. “Terutama di wilayah Gang Taufik dan sekitarnya. Sehingga pelan-pelan diarahkan agar sejalan dengan ketentuan tata ruang serta fungsi kawasan religius,” imbuhnya.

Menurutnya, musyawarah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap Surat Pemberitahuan Nomor A01/AR-SKP/I/2026 yang dikeluarkan oleh Musala Ar Raudhah Sekumpul terkait penataan kawasan di sekitar Kubah Sekumpul.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat terbangun kesepahaman bersama antara pemerintah dan para pedagang, sehingga penataan kawasan Sekumpul dapat berjalan baik tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Sisi lain, salah satu pemilik kios di kawasan Sekumpul, Anida mendukung terhadap rencana penataan ulang kawasan religi Sekumpul tersebut. Menurutnya, penataan tersebut penting untuk menciptakan kenyamanan bagi para jemaah yang datang berziarah.

Ia menyebut, para pedagang yang hadir dalam musyawarah tersebut pada prinsipnya sepakat dengan upaya penataan yang akan dilakukan. “Kalau kami yang hadir hari ini, insyaallah sepakat saja untuk dirapikan,” tuturnya.

Ia menilai pendekatan yang ditempuh pemerintah daerah sudah tepat karena mengedepankan dialog dan suasana kekeluargaan. “Ulun (saya, red) rasa, langkah yang diambil Pemkab Banjar ini bagus. Tidak langsung menurunkan Satpol PP dan melakukan penertiban mendadak, sehingga lebih humanis dan kekeluargaan,” katanya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Tata Kota #pedagang #Banjar #Sekumpul