Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

FKIP ULM Jalani Visitasi Akreditasi Internasional, Libatkan Asesor Eropa

Nurhidayat • Kamis, 12 Februari 2026 | 14:22 WIB

MOMEN: Plh Rektor ULM Yusuf Azis, Dekan FKIP ULM Sunarno beserta jajaran  bersama asesor internasional dalam visitasi akreditasi.
MOMEN: Plh Rektor ULM Yusuf Azis, Dekan FKIP ULM Sunarno beserta jajaran bersama asesor internasional dalam visitasi akreditasi.
BANJARMASIN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjalani rangkaian International Accreditation Assessment Visit yang berlangsung pada 12–13 Februari 2026. Visitasi dilakukan secara hybrid, dengan tiga orang representatif hadir langsung dan sembilan asesor expert mengikuti proses secara daring dari berbagai negara.

Dekan FKIP ULM, Sunarno Basuki menyampaikan asesmen ini merupakan tahapan verifikasi lapangan terhadap dokumen borang yang telah disusun selama kurang lebih dua tahun.

“Selain menggali informasi dari dokumen yang kami kirimkan, para asesor juga melihat langsung fasilitas sarana prasarana, pengembangan SDM, serta layanan akademik. Semua yang kami tulis akan diverifikasi secara faktual,” ujarnya.

Visitasi mencakup peninjauan fasilitas, layanan mahasiswa termasuk bagi mahasiswa disabilitas, sistem penjaminan mutu, hingga wawancara dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pimpinan prodi, dosen, mahasiswa, alumni, serta tenaga kependidikan. Asesor juga bertemu pengguna lulusan untuk memastikan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran ULM, Agung Nugroho menegaskan pendampingan akreditasi merupakan bagian dari tugas lembaganya.

“Tugas kami mengantarkan, mendampingi, dan memfasilitasi fakultas serta prodi yang mengajukan akreditasi, baik nasional maupun internasional. Proses ini sudah berjalan dua tahun, mulai dari submit dokumen, review, hingga penetapan asesmen lapangan yang menjadi rangkaian akhir,” jelasnya.

Menurutnya, lembaga akreditasi internasional yang digunakan diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sembilan asesor berasal dari Jerman dan negara lainnya yang diakui secara internasional.

Ia menjelaskan, aspek yang dinilai meliputi admisi mahasiswa, layanan akademik, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), pengembangan dosen, penjaminan mutu, sarana prasarana, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga lingkungan kampus yang menjunjung kesetaraan gender dan layanan inklusif bagi mahasiswa disabilitas serta mahasiswa internasional.

“Standar nasional dan internasional sebenarnya hampir sama, namun internasional lebih menekankan implementasi OBE, jaminan mutu berkelanjutan, serta kepastian kompetensi lulusan agar lebih siap diterima di dunia kerja,” katanya.

Sembilan program studi yang diasesmen seluruhnya berada pada rumpun pendidikan dan sosial humaniora, yakni Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sosiologi, Pancasila and Civics Education, Pendidikan IPS, Pendidikan Seni Pertunjukan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta English Language Education.

MENINJAU: Tim asesor meninjau sarana prasarana dan berdialog dengan pimpinan dan dosen  FKIP ULM.
MENINJAU: Tim asesor meninjau sarana prasarana dan berdialog dengan pimpinan dan dosen FKIP ULM.

Pelaksana Harian Rektor ULM, Yusuf Azis menyebutkan saat ini ULM telah memiliki enam program studi terakreditasi internasional dan Laboratorium Terpadu ULM telah tersertifikasi ISO. Ke depan ditargetkan menjadi 15 prodi terakreditasi internasional sebagai bagian dari arah kebijakan menuju World Class University.

Terkait hasil asesmen, Prof Agung menyampaikan sertifikat belum dapat dipastikan waktu terbitnya. Jika tidak ada temuan atau seluruh persyaratan terpenuhi, proses dapat selesai sekitar tiga bulan setelah rapat penetapan.

“Jika tidak ada yang terlewat dan semua konsisten, maka peluang memperoleh sertifikat akreditasi internasional terbuka lebar,” pungkasnya.

Editor : Nurhidayat
#akreditasi internasional #banjarmasin #ULM