KANDANGAN – Ancaman gagal tanam membayangi petani Desa Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Saluran air pertanian di kawasan itu tersumbat tumbuhan kayapu.
Sumbatan itu menyebabkan genangan meluas hingga 20 hektare sawah. Ancaman tersebut akhirnya dihadapi dengan aksi gotong royong lintas elemen, Rabu (14/1) pagi. Kelompok Tani Padang Hariung bersama perangkat desa, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Padang Batung, serta Kompi Pertanian Yonif TP 829/Bumi Antaludin turun tangan membersihkan sumbatan.
Sejak pagi, mereka bergelut dengan gulma kayapu yang menutup aliran pembuangan air. Koordinator BPP Kecamatan Padang Batung, Ida Wahyuni, menegaskan bahwa pembersihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah penyelamatan.
“Tumbuhan kayapu ini menyumbat aliran pembuangan. Karena pembuangan tidak lancar, air menjadi tergenang sehingga para petani tidak bisa bertani,” ujarnya.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan, saluran air kembali berfungsi normal. Petani pun bisa kembali menggarap sawah tanpa dihantui genangan. “Ketersediaan saluran air yang lancar adalah kunci produktivitas. Gotong royong ini menjadi bukti bahwa penyelamatan pertanian adalah tanggung jawab bersama,” kata Ida.
Penyuluh Pertanian Desa Karang Jawa, Ahmad Juandi, menambahkan, luas lahan terdampak mencapai 20 hektare. “Kawasan lahan sawah yang kita bersihkan ini seluas 20 hektare,” jelasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari TNI. Danton Kompi Pertanian Yonif TP 829/Bumi Antaludin, Letda Infanteri Ikhsan Maulana, menyebut 26 personel dikerahkan langsung ke lapangan. “Untuk kegiatan ini kami berkekuatan 26 personel anggota dari Kompi Pertanian yang dikerahkan untuk terjun langsung membantu masyarakat membersihkan hama ini,” ungkapnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief