Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Keluhan Air Bersih Menguat, DPRD Balangan Bakal Panggil Manajemen. Ini Respons PTAM Sanggam

M Dirga • Rabu, 14 Januari 2026 | 14:54 WIB
Kantor PT Air Minum Sanggam Balangan (Perseroda) di Kabupaten Balangan. (Dok. Radar Banjarmasin)
Kantor PT Air Minum Sanggam Balangan (Perseroda) di Kabupaten Balangan. (Dok. Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Penyertaan modal sebesar Rp20 miliar yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Balangan kepada PT Air Minum Sanggam Balangan (Perseroda) pada 2024 kembali menjadi perhatian publik.

Sorotan tersebut muncul seiring masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih yang dinilai belum optimal.

Ahdi, warga Balangan, menilai perusahaan daerah semestinya menempatkan pelayanan publik sebagai orientasi utama, terlebih setelah menerima suntikan modal besar dari APBD.

“Perusahaan daerah itu dibentuk untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar mengejar laba,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya penyertaan modal puluhan miliar rupiah, PDAM seharusnya menjaga keterjangkauan tarif sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas layanan yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.

Ia juga mempertanyakan arah pengembangan usaha perusahaan daerah tersebut, terutama ketika dana penyertaan modal belum terlihat memberi dampak nyata di lapangan.

“Kalau dalam kondisi untung tarif masih naik, sementara dana penyertaan modal belum terlihat manfaatnya, masyarakat jadi bertanya-tanya pengembangannya ke mana,” katanya.

Berbagai keluhan masyarakat itu rupanya tidak hanya berhenti di tingkat warga. Aspirasi terkait pelayanan air bersih juga sampai ke telinga DPRD Balangan sebagai lembaga pengawas kebijakan daerah.

Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafis Anshari, menyebut pihaknya masih menerima banyak aduan warga terkait pelayanan PT Air Minum Sanggam Balangan.

“Keluhan masyarakat masih cukup banyak. Kami juga sudah beberapa kali meminta penjelasan, namun jawabannya relatif sama,” ujarnya.

Ia memastikan Komisi III DPRD Balangan dalam waktu dekat akan memanggil jajaran manajemen PT Air Minum Sanggam Balangan untuk meminta klarifikasi resmi, khususnya terkait kondisi keuangan perusahaan dan pemanfaatan dana penyertaan modal.

“Kami akan memanggil secara resmi, termasuk untuk meminta penjelasan soal penyertaan modal Rp20 miliar tersebut,” katanya.

Hafis juga menegaskan agar pengelolaan perusahaan daerah tetap berfokus pada pelayanan publik dan terhindar dari kepentingan pribadi maupun kelompok.

Menanggapi rencana pemanggilan tersebut, manajemen PT Air Minum Sanggam Balangan menyatakan kesiapan untuk memberikan penjelasan secara terbuka. Direktur Utama PT Air Minum Sanggam Balangan, Arie Widodo, menegaskan pihaknya siap memenuhi undangan DPRD sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan.

Ia sekaligus meluruskan isu terkait pemanfaatan dana penyertaan modal Rp20 miliar yang dinilai belum memberi dampak langsung ke masyarakat.

“Dana Rp20 miliar itu masih utuh dan tersimpan di kas perusahaan. Belum direalisasikannya kegiatan fisik karena kami masih menunggu perencanaan teknis dari konsultan dan melengkapi regulasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut Arie, manajemen memilih menuntaskan studi kelayakan dan perencanaan secara menyeluruh sebelum masuk tahap eksekusi agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat jangka panjang.

Meski pelaksanaan fisik baru direncanakan, pihaknya mengklaim telah menyusun blueprint penggunaan dana secara bertahap. Penyertaan modal tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan layanan air bersih.

Program prioritas meliputi pembangunan jaringan distribusi dari IPAL Gunung Pandau menuju booster di Kelurahan Batu Piring guna meningkatkan debit dan tekanan air, serta perluasan jaringan perpipaan di Kecamatan Halong dan Juai dan beberapa daerah yang selama ini belum terlayani optimal.

“Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan,” kata Arie.

Ia berharap masyarakat dapat memahami proses yang berjalan dan memberikan dukungan agar pemanfaatan dana penyertaan modal tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas dan jangkauan layanan air bersih di Kabupaten Balangan.

Editor : Arif Subekti
#dprd #air #Balangan #minum