PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan memastikan produksi padi daerah masih berada dalam kondisi surplus, meski sejumlah wilayah sempat terdampak banjir pada akhir 2025.
Data Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan menunjukkan realisasi luas tanam padi mencapai 6.294 hektare hingga Desember 2025.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Balangan, Rizkianor Fauzi menyebut dari luasan tersebut sekitar 615 hektare terdampak banjir.
Selain itu, 65 hektare persemaian terendam, dan 17 hektare mengalami puso atau gagal panen.
Meski demikian, Rizki menegaskan dampak banjir terhadap sektor pertanian Balangan masih relatif terkendali.
Hal itu dipengaruhi karakter banjir yang cenderung bersifat sementara, dan tidak berlangsung lama.
“Gagal panen yang tercatat itu 17 hektare. Dampak banjir di Balangan tidak terlalu besar karena air biasanya hanya lewat satu sampai dua hari,” katanya.
Ia menjelaskan, sejak banjir besar pada 2021, luasan lahan pertanian yang terdampak banjir rata-rata tidak pernah melebihi 1.000 hektare.
Kasus puso terbesar terjadi pada 2021 dengan luasan sekitar 125 hektare.
Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya cenderung menurun.
Rizki menambahkan, banjir juga tidak berdampak signifikan terhadap kalender tanam.
Musim tanam utama berlangsung pada Oktober hingga Maret di wilayah Halong, Juai, Tebing Tinggi, dan Awayan.
Sementara Kecamatan Lampihong menjadi sentra tanam pada April.
“Produksi padi kita pada 2025, hampir 83 ton lebih, dan menunjukkan tren peningkatan. Secara produksi, pemenuhan kebutuhan pangan Balangan masih surplus,” ujarnya.
Kondisi tersebut turut dirasakan petani di lapangan.
Petani di Baruh Ulin Kelurahan Paringin, Agus Suhandi mengatakan lahan sawah di wilayahnya relatif aman dari banjir besar.
“Di tempat kami, sawah tidak terdampak langsung banjir besar. Aktivitas pertanian masih bisa berjalan,” ujarnya.
Untuk menjaga ketahanan pangan daerah, pemerintah terus mendorong petani meningkatkan indeks tanam.
Petani yang menanam minimal dua kali setahun juga mendapat dukungan berupa sarana dan peralatan pertanian guna menjaga kesinambungan produksi.
Editor : Eddy Hardiyanto