AMUNTAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menegaskan bahwa fenomena banjir yang kerap terjadi dalam siklus lima tahunan bukan disebabkan oleh karakteristik wilayah semata, melainkan dipicu oleh melimpahnya kiriman air dari wilayah hulu sungai.
BPBD HSU menjelaskan bahwa kiriman air berasal dari sejumlah sungai besar di wilayah sekitar, seperti Sungai Tabalong, Sungai Balangan, dan Sungai Negara, yang bermuara dan melintasi kawasan Kabupaten HSU.
“Penyebab fase lima tahunan ini bukan karena karakteristik wilayah, tetapi lebih disebabkan oleh kiriman air yang melimpah dari hulu sungai, seperti Sungai Tabalong, Balangan, dan Negara,” ujar BPBD HSU, Minggu (4/12/2025).
BPBD mencatat pola banjir dengan intensitas tinggi ini telah terjadi secara periodik, yakni pada awal 2010, awal 2015, tahun 2020, serta kembali terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Selain faktor kiriman air, kondisi diperparah oleh tingginya curah hujan pada puncak musim hujan di bulan Desember.
Meskipun curah hujan pada Januari diprediksi normal oleh BMKG, tingginya muka air sungai sejak akhir Desember menyebabkan hujan lanjutan tetap berdampak pada kenaikan debit air.
BPBD HSU terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sungai dan daerah rawan banjir, serta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
Editor : Arif Subekti