Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, menyampaikan banjir rob terjadi di beberapa kecamatan, yakni Candi Laras Selatan, Bakarangan, dan Binuang.
Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter dan sebagian telah masuk ke rumah warga.
Di Kecamatan Candi Laras Selatan, banjir merendam Desa Sungai Rutas, Pabaungan Hilir, dan Baulin.
Total warga terdampak mencapai 152 KK atau 549 jiwa. Satu fasilitas umum, SD Negeri Baulin, turut tergenang.
“Sebagian rumah warga tergenang air dengan kedalaman hingga 50 sentimeter,” ujar Muhammad Nor.
Sementara itu, di Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, banjir telah berlangsung cukup lama.
Pendataan di RT 002 RW 002 mencatat enam KK dengan 25 jiwa terdampak. Ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 20 sentimeter.
“Menurut keterangan warga, genangan sudah terjadi lebih dari tiga minggu dan belum sepenuhnya surut,” jelasnya.
Kondisi diperparah oleh curah hujan yang masih sering terjadi sehingga sungai tidak mampu menampung debit air. Aliran sungai juga terhambat tanaman liar, menyebabkan banjir lambat surut.
Dampaknya, lingkungan menjadi lembap dan sebagian warga mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi jamur kulit atau kutu air.
Di wilayah Kelurahan Raya Belanti (Cempaka), Kecamatan Binuang, banjir merendam tiga RT, yakni RT 12, RT 13, dan RT 14.
Total warga terdampak mencapai 225 KK atau sekitar 900 jiwa. Satu fasilitas pendidikan, SDN Binuang 10, ikut tergenang. Meski demikian, air dilaporkan berangsur surut.
BPBD Tapin memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun pengungsi. Personel BPBD bersama TNI dan Polri terus melakukan pengecekan lapangan serta pendataan warga terdampak.
Terpisah, Kepala Desa Margasari Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Yuseriadi, mengatakan air sempat naik antara pukul 03.00 hingga 05.00 Wita dini hari.
“Memang sempat naik airnya, tapi sekarang sudah surut kembali,” ucapnya melalui pesan WhatsApp.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi dan dapat memicu banjir susulan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno