Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga peristiwa gempa bumi terjadi hampir bersamaan dalam rentang waktu kurang dari 30 menit, Sabtu (3/1/2026) siang.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, membenarkan adanya tiga gempa tersebut.
Seluruh kejadian terekam oleh jaringan seismograf BMKG yang tersebar di wilayah Kalimantan.
“Betul, hari ini terdeteksi tiga gempa bumi. Dua terjadi di jalur Patahan Meratus dan satu gempa lainnya berada di wilayah pesisir pantai timur Kalimantan Selatan. Ketiganya terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit dengan kekuatan yang berbeda-beda,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu sore.
Gempa pertama tercatat pada pukul 11.18.43 Wita dengan magnitudo 2,6. Episentrumnya berada di koordinat 2,36 Lintang Selatan dan 115,55 Bujur Timur, atau sekitar 8 kilometer barat daya Kabupaten Balangan, dengan kedalaman 4 kilometer.
Enam menit kemudian, gempa kedua terjadi pada pukul 11.24.45 Wita dengan magnitudo 3,1. Gempa ini berpusat di 73 kilometer timur laut Kotabaru, tepatnya pada koordinat 2,66 Lintang Selatan dan 116,50 Bujur Timur, dengan kedalaman 3 kilometer.
Sementara itu, gempa ketiga kembali terjadi di wilayah Balangan pada pukul 11.36.58 Wita. Gempa berkekuatan magnitudo 2,6 ini berlokasi sekitar 23 kilometer barat laut Balangan dengan kedalaman 29 kilometer, pada koordinat 2,19 Lintang Selatan dan 115,46 Bujur Timur.
Rasmid menjelaskan, dua gempa yang terjadi di Balangan dipicu oleh aktivitas Patahan Meratus, struktur geologi aktif yang membentang sepanjang Pegunungan Meratus dengan panjang sekitar 111 kilometer.
“Dua gempa di Balangan disebabkan oleh aktivitas Patahan Meratus. Sedangkan gempa di Kotabaru dipicu oleh patahan aktif lain yang merupakan patahan sekunder dari patahan utama Meratus,” jelasnya.
Ia menambahkan, tiga gempa yang terjadi pada hari tersebut menjadi catatan pertama aktivitas gempa bumi di wilayah Kalimantan pada tahun 2026.
“Ketiga gempa hari ini menjadi peristiwa pertama bagi Kalimantan Selatan dan Pulau Kalimantan pada tahun 2026,” tegas Rasmid.
Meski demikian, BMKG memastikan ketiga gempa tersebut tidak dirasakan masyarakat dan tidak menimbulkan dampak maupun kerusakan.
“Kekuatan gempa relatif kecil dan hanya terekam oleh alat seismograf. Tidak ada laporan dampak di lapangan,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno