AMUNTAI – Bencana banjir melanda tujuh kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam periode November hingga Desember 2025.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU mencatat sebanyak 1.935 unit rumah terendam, berdampak pada 7.638 jiwa dari 2.546 kepala keluarga.
Kepala Pelaksana BPBD HSU Syamrani menyatakan, warga terdampak tersebar di 47 desa dan kelurahan pada Jumat (2/1).
Kecamatan yang terdampak meliputi Sungai Pandan, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, Sungai Tabukan, Babirik, Banjang, dan Haur Gading.
Tidak hanya permukiman, banjir juga merusak infrastruktur publik.
Kerusakan tercatat pada jalan sepanjang 10.882 meter, satu jembatan, serta fasilitas umum (8 unit), ibadah (7 unit), kesehatan (3 unit), dan pendidikan (14 unit).
Sebanyak 140 Rukun Tetangga (RT) juga terdampak genangan.
“Kami terus melakukan pemantauan tinggi muka air melalui sistem peringatan dini dan pengukuran manual,” ujarnya pada media ini Jumat (2/1/2025).
Syamrani juga mengajak masyarakat khusus di tepi sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air, mengamankan barang berharga, menghindari area rawan banjir, serta memadamkan aliran listrik jika air mulai masuk rumah.
“Bantuan sudah disalurkan ke desa-desa yang terendam dampak banjir,” ujarnya.
Tak hanya itu, layanan informasi dan pelaporan bencana dari masyarakat juga telah dibuka untuk mempercepat penanganan dan pembaruan data.
“Untuk kondisi air cenderung menurun. Meski air luapan banjir ini terus bergerak ke arah bawah seperti di Kecamatan Babirik, Sungai Pandan sampai Danau Panggang,” jawabanya menutup.
Sementara itu, salam satu warga di Desa Kandang Halang Kecamatan Amuntai Tengah, Dani, mengaku tiap tahun mengalami musibah banjir efek luapan Sungai Negara.
"Kami harap ada solusi dari pemerintah. Agar banjir yang kami rasakan tiap tahun tidak terjadi di tahun berikutnya. Tahun 2025,2026 ini cendrung dalam dibandingkan tahun 2005, tadi," singkatnya.
Editor : Arif Subekti