Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Air Kiriman Tiga Sungai Rendam Kota Amuntai dan Pusat Pemerintahan

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 1 Januari 2026 | 07:05 WIB

TERENDAM: Jalan Lambung Mangkurat Desa Palampitan Kota Amuntai, Kabupaten HSU terendam air luapan Sungai Negara, aktivitas arus lalu lintas terganggu.
TERENDAM: Jalan Lambung Mangkurat Desa Palampitan Kota Amuntai, Kabupaten HSU terendam air luapan Sungai Negara, aktivitas arus lalu lintas terganggu.
AMUNTAI - Sejumlah kawasan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, terendam banjir akibat luapan air kiriman dari Sungai Balangan, Sungai Tabalong, dan Sungai Negara.

Kondisi tersebut terjadi sejak Rabu (31/12/2025) hingga Kamis (1/1/2026) dan terus meluas di wilayah perkotaan.

Luapan tiga sungai besar yang membelah kota berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, terutama di pusat pemerintahan dan jalur utama lalu lintas.

Baca Juga: Awal Tahun 2026 di HST Diwarnai Perkelahian Berdarah, Satu Orang Tewas Dibacok

Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air sudah merendam Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor Bupati HSU.

Ketinggian air bervariasi dan cukup mengganggu mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain Jalan Ahmad Yani, banjir juga menggenangi Jalan Palampitan dan Jalan Paliwara di Kecamatan Amuntai Tengah.

Baca Juga: Kembang Api Nyaris Bakar Rumah Kontrakan di Jalan Veteran Banjarmasin

Di beberapa titik, air terlihat mengalir perlahan mengikuti kontur jalan. Warga tetap beraktivitas dengan kehati-hatian ekstra, terutama saat melintasi ruas jalan yang tergenang.

Kepala Pelaksana BPBD HSU, Syamrani, mengatakan penyaluran bantuan akan terus dilakukan, khususnya di wilayah yang hingga kini genangan airnya belum surut.

Menurutnya, debit air sungai di Kabupaten HSU masih mengalami peningkatan akibat tingginya curah hujan serta adanya kiriman air dari Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.

Baca Juga: Kendalikan Banjir di Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Dorong Normalisasi Sungai

“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD HSU, tercatat sebanyak 1.664 rumah terendam banjir yang tersebar di tujuh kecamatan.

Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga bertahan di rumah,” ujarnya.

Syamrani juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan dan segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan darurat.

Baca Juga: Melanggar Kode Etik Kepolisian, 689 Polisi Dipecat Sepanjang 2025

Sementara itu, Ahmad, warga sekitar Jalan Ahmad Yani, mengaku genangan air kiriman seperti ini kerap terjadi saat debit air di wilayah hulu meningkat.

Warga berharap adanya penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang, terutama di kawasan perkotaan yang menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan, terutama saat melintasi jalan yang masih tergenang banjir. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#rumah terendam banjir hsu #jalan ahmad yani amuntai banjir #air kiriman sungai balangan #banjir kota amuntai #banjir Hulu Sungai Utara