Kedua desa yang berada di bantaran sungai ini dikenal paling rentan tergenang saat curah hujan tinggi. Kebanjiran lebih awal dan biasanya surut paling akhir.
Hingga Selasa (30/12/2025), genangan masih terlihat di sejumlah titik permukiman. BPBD Tanah Laut bersama pihak kecamatan turun langsung memantau dampak banjir.
Baca Juga: PKB Banjarmasin Rp95 Miliar, Target Opsen 2025 Tercapai
Kepala Pelaksana BPBD Tala Aspi Setia Rahman dan Camat Kurau Fajar Suryadi memastikan kondisi warga masih terkendali.
“Untuk sementara masih aman. Genangan di dalam rumah warga masih rendah sehingga belum ada yang mengungsi,” ujar Fajar.
Menurutnya, karakter banjir di Handil Negara dan Kalibesar relatif sama karena berada di alur sungai yang sama.
Baca Juga: Jasad Perempuan Mengapung di Sungai Balangan, Sempat Diduga Korban Banjir Bandang
Di Desa Kalibesar, khususnya permukiman seberang jembatan gantung, sebagian besar rumah terdampak. Dari 18 unit rumah, hanya sekitar lima unit yang masih tidak terendam.
Sementara di Desa Handil Negara, Kepala Desa Supian Sauri menyebut sekitar 50 persen rumah warga terendam.
Ketinggian air 10–15 sentimeter di dalam rumah membuat warga memilih bertahan sambil menunggu air surut.
Baca Juga: Atlet Sepeda ASN Kalsel Turun Langsung Jadi Relawan Bencana di Aceh
Selain permukiman, jalan lingkungan juga tergenang dengan ketinggian 10–20 sentimeter. Meski demikian, akses desa masih terbuka.
“Di beberapa titik memang tergenang, tapi kendaraan roda dua dan empat masih bisa melintas,” kata Supian.
Pemantauan terus dilakukan mengantisipasi kenaikan debit air jika hujan kembali turun. BPBD mengimbau warga tetap waspada dan melaporkan perubahan kondisi secara cepat agar penanganan dapat dilakukan segera. (*)
Editor : M. Ramli Arisno