Ulama berusia 77 tahun itu berpulang setelah beberapa waktu berjuang melawan sakit yang dideritanya.
Kepergian beliau sontak meninggalkan rasa kehilangan mendalam bagi keluarga, para santri, serta jamaah yang selama puluhan tahun dibimbingnya.
Baca Juga: Jalan Banjarbaru-Batulicin Terputus 4 Jam Akibat Banjir di Pengaron
Sosok Abuya dikenal teduh, penyayang, dan menjadi rujukan banyak umat dalam urusan ilmu agama maupun bimbingan akhlak.
Bupati Banjar Hadiri Salat Jenazah Abuya KH M Sukri
Senin (8/12) pagi, Bupati Banjar H Saidi Mansyur datang ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Baca Juga: Pemkab Tabalong Pecahkan Rekor MURI Penyajian 19.497 Porsi Paliat
Bersama para ulama, guru agama, tokoh masyarakat, dan pelayat lainnya, ia turut mengikuti salat jenazah yang dipimpin Guru Nasih bin KH Badruddin.
Lantunan doa mengiringi kepergian ulama yang dihormati lintas generasi itu.
"Abuya KH M Sukri bukan hanya guru bagi para santri, tetapi juga figur penyejuk bagi masyarakat luas. Beliau telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan pendidikan Islam di Banua," ungkap Saidi.
Baca Juga: Tips Aman Terobos Banjir Rob Banjarmasin agar Motor Tidak Mati Mendadak
Pemimpin Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak
Beliau, kata Saidi, dikenal sebagai ulama kharismatik yang memimpin pusat pengajian yang menjadi pelabuhan ilmu bagi ribuan jamaah.
Yakni Majelis Taklim Sabilal Anwar Al Mubarak serta Majelis Raudhatul Majalis Darussyakirin Martapura.
Baca Juga: Polres Balangan Waspadai Lonjakan Peredaran Narkoba Jelang Nataru 2024
Ceramah Abuya KH M Sukri dikenal lembut namun mengena, terutama dalam pembahasan tasawuf, fiqih, dan pembinaan akhlak.
Gaya dakwahnya yang santun dan penuh hikmah membuat banyak jamaah merasa tersentuh dan terbimbing menuju jalan kebaikan.
Sosok Ulama Rendah Hati dan Istiqamah dalam Berdakwah
Baca Juga: Polres Balangan Waspadai Lonjakan Peredaran Narkoba Jelang Nataru 2024
Banyak jamaah mengenang kedekatan beliau sebagai ulama yang rendah hati dan mudah ditemui.
Hampir setiap hari almarhum mengajar, berdakwah, atau hadir dalam kegiatan sosial tanpa mengenal lelah. Keistiqamahan itulah yang membuat namanya begitu melekat di hati umat.
"Abuya adalah guru yang lembut dan selalu menuntun kami menuju kebaikan. Banua kehilangan ulama besar yang sulit tergantikan," ujar Firdaus, salah satu santri Darussalam dengan mata berkaca-kaca.
Baca Juga: Calon Haji Tanah Bumbu 2026 Dapat Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kepergian Abuya Tuan Guru KH M Sukri menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Banua. Beliau adalah seorang ulama yang selama hidupnya menyalakan keteduhan, menanamkan akhlak mulia, dan meninggalkan warisan ilmu yang tak lekang oleh zaman.
Jenazah Dimakamkan di Kompleks Majelis Darussyakirin
Menurut pihak keluarga, jenazah akan dimakamkan bertepatan dengan azan salat Ashar di kompleks Majelis Darussyakirin, tempat Abuya mengabdikan hidupnya mengajar selama puluhan tahun.
Baca Juga: BPBD Kotabaru Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Ribuan Rumah Terancam
Lokasi tersebut dipilih agar para murid dan jamaah dapat selalu mengenang perjuangan dan pengabdian beliau.
Ribuan pelayat dari berbagai daerah diperkirakan akan hadir untuk mengantar kepergian ulama kharismatik ini ke peristirahatan terakhir.
Kepergian Abuya KH M Sukri meninggalkan kekosongan besar dalam dunia dakwah dan pendidikan Islam di Kalimantan Selatan, namun ilmu dan akhlak yang ditanamkannya akan terus hidup dalam diri para santri dan jamaahnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno