Ancaman serius berupa hujan lebat, angin kencang disertai petir, hingga gelombang pasang atau banjir rob akut siap melanda kawasan pesisir.
Situasi darurat ini menempatkan ribuan rumah warga di sepanjang kawasan pesisir Kotabaru dalam status siaga tertinggi.
Baca Juga: Youth Camp III Perkuat Kepemimpinan dan Kepedulian Lingkungan Remaja Balangan
BPBD meminta seluruh masyarakat tidak menganggap remeh prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala BPBD Kotabaru Hendra Indrayana melalui Latifu Arsyiono, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kotabaru, mengeluarkan himbauan pada Senin (8/12) sore.
"Informasi dari BMKG jelas. Potensi cuaca ekstrem meningkat drastis. Jangan sampai lengah, ini bukan sekadar hujan biasa," tegasnya.
Baca Juga: PT Bhumi Rantau Energi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sumatra
Ancaman Cuaca Ekstrem yang Mengintai Kotabaru
Latifu merinci beberapa ancaman yang mengintai wilayah Kotabaru. Pertama, risiko genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan badai dan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Warga di daerah perbukitan dan pinggiran jalan diminta ekstra waspada terhadap potensi bencana ini.
Baca Juga: Pangdam XXII/Tambun Bungai Apresiasi di Sinergi Tapin
Kedua, dan yang paling mengkhawatirkan, adalah ancaman banjir rob akut di wilayah pesisir. Ribuan rumah yang tersebar di bibir pantai Kotabaru diprediksi menjadi titik terparah dampak cuaca ekstrem.
Masyarakat pesisir diimbau melakukan antisipasi penuh saat air laut memasuki fase pasang tertinggi.
Instruksi Khusus untuk Nelayan dan Masyarakat Pesisir
Baca Juga: Tapin Hibahkan 25 Hektare Tanah Untuk Pembangunan Batalyon
Instruksi tegas juga diberikan BPBD untuk para nelayan dan pengguna transportasi laut. Mereka diminta tidak memaksakan diri melaut jika kondisi gelombang tinggi dan cuaca buruk. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama, bukan hasil tangkapan.
Warga di zona rawan genangan juga diwajibkan segera mengamankan harta benda dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.
"Pindahkan semua barang berharga dan dokumen ke tempat yang lebih tinggi. Ini tindakan preventif, bukan menakut-nakuti," tegasnya.
Baca Juga: Diduga Mabuk, Pemuda di Sungai Loban Tanah Bumbu Memukul Kakak Ipar dengan Balok Kayu
BPBD Siaga 24 Jam Tangani Keadaan Darurat
BPBD Kotabaru memastikan timnya siaga penuh 24 jam untuk merespons keadaan darurat akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diminta aktif berpartisipasi melaporkan kondisi lapangan kepada petugas.
"Jangan tunda. Jika terjadi bencana seperti banjir, longsor, atau pohon tumbang, segera laporkan ke Call Center BPBD Kotabaru di +62 811-4406-611 atau hubungi aparat desa dan kelurahan setempat," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno