Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kericuhan Soal BLT di Murung Abuin, Warga Desak Data 80 Penerima Dibuka

M Dirga • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:38 WIB

PROTES: Tangkapan layar video warga Murung Abuin menggendong anaknya yang lumpuh saat memprotes penetapan penerima BLT Kesra.
PROTES: Tangkapan layar video warga Murung Abuin menggendong anaknya yang lumpuh saat memprotes penetapan penerima BLT Kesra.
PARINGIN – Kericuhan pecah di Desa Murung Abuin, Paringin Selatan, setelah warga memprotes penetapan penerima Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra).

Dari total 80 nama yang dikirim Kementerian Sosial sebagai data awal, hanya delapan penerima yang ditetapkan pemerintah desa.

Ketimpangan itu memicu kecurigaan serta desakan agar data dibuka secara transparan.

Baca Juga: Buka Tabungan Bank Kalsel ,Hadiah Langsung Voucher di Harjad HSS

Puluhan warga mendatangi kantor desa, Rabu (4/12/2025), menuntut kejelasan. Mereka menilai keputusan desa terlalu tertutup dan berbeda dengan desa sekitar yang memiliki jumlah penerima jauh lebih banyak.

“Yang kami tahu, ada 80 orang dalam data Kemensos. Kami hanya ingin tahu kenapa yang lolos cuma delapan,” ujar salah satu warga.

Sebagian warga bahkan menduga penetapan penerima didominasi orang-orang dekat perangkat desa.

Baca Juga: Buka Tabungan Bank Kalsel ,Hadiah Langsung Voucher di Harjad HSS

Situasi memanas ketika warga meminta daftar lengkap 80 nama tersebut ditunjukkan saat pertemuan, namun aparat desa disebut belum siap membuka data. Rekaman kericuhan pun viral di media sosial.

Camat Paringin Selatan, Riza Kurniawan, menegaskan pihak kecamatan telah meminta klarifikasi. Ia menyebut sebagian warga yang memprotes sebenarnya sudah masuk sebagai penerima BLT desa.

“Ini masalah miskomunikasi. Kalau sejak awal disampaikan jelas, mungkin situasinya tidak akan memanas,” ujarnya, Jumat (5/12). Ia memastikan pola komunikasi desa akan dievaluasi.

Baca Juga: Bank Kalsel Berikan Promo Voucher Belanja senilai Rp200 Ribu Untuk Tabungan Hadiah Langsung

Kepala Desa Murung Abuin, Ati Hartati, menjelaskan bahwa data dari Kemensos wajib diverifikasi ulang. Banyak nama gugur karena sudah menerima bantuan lain.

“Memang jumlah yang lolos sedikit karena desa melakukan verifikasi lebih ketat dibanding desa tetangga,” katanya.

Ia menambahkan, penolakan membuka daftar 80 nama pada rapat disebabkan pertimbangan administratif dari bidang kesejahteraan desa. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#polemik warga #Bantuan Sosial #verifikasi desa #transparansi BLT #Data Penerima