Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tikungan Maut Masjid Agung di Jalan Trikora Banjarbaru! Banyak Korban, Ini Biang Keroknya

Sheilla Farazela • Jumat, 5 Desember 2025 | 15:09 WIB
BERBAHAYA: Tikungan tajam di kawasan Masjid Agung Banjarbaru di Jalan Trikora sering menjadi lokasi kecelakaan.
BERBAHAYA: Tikungan tajam di kawasan Masjid Agung Banjarbaru di Jalan Trikora sering menjadi lokasi kecelakaan.

BANJARBARU – Tikungan di dekat Masjid Agung Al Munawwarah, Jalan Trikora, Banjarbaru, kembali disorot, karena sering menelan korban luka hingga meninggal dunia.

Tikungan tajam hampir 90 derajat itu dinilai memiliki desain geometrik yang tidak ideal, terutama bagi pengendara yang melaju dari arah Jalan Mistar Cokrokusumo menuju Landasan Ulin.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalimantan Selatan, Robby Cahyadi mengakui bahwa alinemen jalan di lokasi tersebut memang tidak dirancang untuk kendaraan berkecepatan tinggi.

“Tikungannya 90 derajat dan lahannya terbatas saat pembebasan dulu, jadi sulit diperbaiki. Secara teknis, jalan itu memang bukan untuk kecepatan di atas 60 km/jam,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Jumat (5/12).

Menurutnya, pengendara yang belum familiar kerap terlena karena sebelumnya melaju lurus di Jalan Mistar Cokrokusumo.

“Yang belum pengalaman pasti ngebut. Padahal sisi jalan yang diberi tanda saja bisa tertabrak kalau terlalu cepat,” jelasnya.

Untuk mengurangi kecelakaan, PUPR Kalsel telah memasang sejumlah perangkat keselamatan seperti rambu pengurangan kecepatan, marka lampu, lampu jalan, hingga pita getar.

Meski begitu, Robby menegaskan kehati-hatian pengendara tetap menjadi faktor utama.

Pihaknya juga sedang mengkaji kemungkinan penyempurnaan trase agar belokan lebih aman, meski masih dalam pembahasan teknis.

Dari sisi akademisi, Ketua Jurusan Arsitektur FT Universitas Lambung Mangkurat, Akbar Rahman menilai persoalan ini tidak hanya soal tikungan tajam.

Ia menemukan masih kurangnya lengkung peralihan, jalan yang licin saat hujan, serta genangan akibat drainase yang tidak optimal.

“Minimnya rambu dan marka pengarah membuat pengendara kurang antisipasi, terutama dari arah GOR Rudy Resnawan,” tegasnya.

Akbar menyarankan radius tikungan diperlebar, kemiringan dalam ditambah hingga sekitar 6 persen, drainase diperbaiki, serta rambu dan penerangan ditingkatkan.

Untuk solusi jangka panjang, ia bahkan menilai perlu dibangun jalan baru di sisi utara atau sekitar stadion.

“Jalur baru bisa menghubungkan langsung koridor Trikora tanpa tikungan tajam. Lebih aman dan efisien,” ujarnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#banyak korban #Jalan Trikora #banjarbaru #Tikungan Maut