Hingga 29 November 2024, tercatat tujuh korban dengan rentang usia bayi 1 bulan hingga lansia 63 tahun.
Bupati Banjar H Saidi Mansyur memerintahkan penanganan cepat lintas instansi merespons kondisi yang membuat warga was-was beraktivitas di permukiman.
Korban terbaru berasal dari kawasan Simpang Warga Dalam yang diserang pada Sabtu (30/11) lalu. Data lapangan menunjukkan pola serangan semakin agresif dan menyasar warga usia rentan.
Berdasarkan data Sekretariat Kecamatan Aluh-Aluh per Senin (1/12) sore, berikut daftar korban serangan kera liar: Norzaina (6) – luka di kaki kiri, Ahmad Salman (6) – luka kaki kiri, 8 jahitan, Muhammad Juhdiyanor (1 bulan) – luka kaki kanan, Nur Azkia Shafira (2) – luka telapak tangan kiri, 5 jahitan, Gumberi (63) – luka kaki kanan, 24 jahitan, Salmiah (33) – 4 cakaran di paha kanan, Halimatun Nida (19) – luka kaki kiri, 12 jahitan
Kondisi ini membuat warga di dua kecamatan takut beraktivitas di sekitar permukiman. Banyak serangan terjadi saat warga tidak menyadari keberadaan kera liar yang masuk melalui pekarangan dan kebun.
Baca Juga: Sejarawan ULM Ungkap Alasan Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Saidi Mansyur menyampaikan keprihatinan mendalam.
"Kami sangat prihatin dengan kondisi di sana. Semoga tidak ada korban lagi ke depan," ujarnya kepada Radar Banjarmasin, Senin (1/12).
Saidi menegaskan telah mengambil langkah antisipatif dengan menginstruksikan Dinas Damkar dan Penyelamatan untuk berkoordinasi dengan instansi vertikal yang memiliki kewenangan penanganan satwa liar, termasuk BKSDA Kalsel dan unit Animal Rescue.
Baca Juga: Jelang Momen 5 Rajab, Stok BBM Dipastikan Aman
"Sudah diperintahkan Dinas Damkar dan Penyelamatan untuk berkoordinasi dengan instansi vertikal yang menangani," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan penanganan lanjutan dilakukan secara terukur dengan melibatkan seluruh unsur terkait untuk menjaga keselamatan warga di wilayah pesisir tersebut.
Koordinasi teknis di lapangan kini melibatkan BKSDA Kalsel serta Tim Animal Rescue yang memiliki peralatan pembiusan dan teknik evakuasi satwa agresif.
Baca Juga: 3 Bulan Usai Viral, Nenek Saidah Kembali Hidup Sebatang Kara
Sebelumnya, Kapolsek Aluh-Aluh Ipda Deden Lesmana mengonfirmasi pola serangan kera liar mengarah pada peningkatan agresivitas. Beberapa korban, termasuk lansia dan ibu rumah tangga, diserang tiba-tiba saat berkegiatan di rumah.
Upaya mitigasi kini diprioritaskan untuk mencegah kontak satwa dengan warga. Petugas mengimbau masyarakat menutup rapat pintu dan jendela, mengamankan makanan, dan menimbulkan suara keras untuk menghalau kera jika muncul di pekarangan. (*)
Editor : M. Ramli Arisno