Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

BPBD Balangan Tegaskan Larangan Anak Bermain di Bantaran Sungai

M Dirga • Kamis, 27 November 2025 | 13:39 WIB
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, H Rahmi saat menjelaskan imbauan. (El untuk Radar Banjarmasin)
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, H Rahmi saat menjelaskan imbauan. (El untuk Radar Banjarmasin)

PARINGIN - Penetapan status Siaga Darurat Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) di Kabupaten Balangan yang berlangsung sejak 12 November 2025 hingga 31 Januari 2026, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan memperketat imbauan keselamatan kepada warga. Salaj satu fokus utamanya yakni mencegah anak-anak bermain di bantaran sungai saat debit air terus meningkat.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menegaskan bahwa musim hujan tahun ini membawa risiko lebih tinggi, terutama berkaitan dengan naiknya permukaan air sungai. Kondisi tersebut kerap memicu anak-anak bermain di sekitar bantaran sungai tanpa memahami bahaya yang mengintai.

“Kami terus menyampaikan imbauan tegas tentang pelarangan bagi anak-anak bermain di sekitar bantaran sungai,” ujarnya.

BPBD Balangan bahkan mengolah video edukasi khusus melalui Tim SIGAB untuk memperluas sosialisasi. Menurut Rahmi, pendekatan ini penting agar pesan keselamatan tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat. Ia menekankan, pencegahan dini harus dimulai dari keluarga.

“Kami mengajak seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Larang mereka bermain dekat sungai. Ini antisipasi agar jangan sampai terjadi musibah yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tercatat meningkat sehingga debit air sungai turut naik dan arus menjadi lebih deras. Situasi ini sangat rentan memicu insiden bagi anak-anak yang gemar bermain di pinggir sungai maupun di area tergenang.

“Kondisi debit air yang meningkat dan arus deras sangat berbahaya. Kami terus memantau lapangan dan memastikan tim evakuasi selalu siap,” tambahnya.

Pemkab Balangan melalui BPBD juga terus mengingatkan warga menjauhi area yang dianggap berisiko dan mematuhi arahan keselamatan demi mencegah jatuhnya korban.

Sebelumnya, status siaga ditetapkan Pemkab Balangan menyusul analisis cuaca dari BMKG yang menunjukkan wilayah ini sudah memasuki puncak musim hujan sejak November dan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026.

“Dari data BMKG, sejak September kita memasuki musim penghujan dan kini sudah di puncaknya. Beberapa titik di Balangan, khususnya Kecamatan Awayan, punya risiko banjir tinggi akibat luapan sungai,” jelas Rahmi.

Ia menambahkan, banjir mungkin tidak terjadi jika intensitas hujan ringan. Namun, potensi tetap harus diwaspadai. “Curah hujan menjadi penentu. Kalau kategori sedang atau ringan, risiko kecil. Tapi kalau tinggi, kita harus siap,” ujarnya.



Editor : Arif Subekti
#BPBD #longsor #bahaya #Balangan #bencana #siaga