BATULICIN – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tanah Bumbu menyiapkan pembangunan posko terpadu yang akan menjadi percontohan koordinasi penanganan kedaruratan di wilayah Simpang Empat.
Posko terpadu ini akan menyatukan sejumlah instansi dalam satu titik, yakni Basarnas, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Damkar.
Kehadiran posko gabungan tersebut diharapkan mempercepat koordinasi ketika terjadi insiden di lapangan.
Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu Syaikul Ansari, posko ini dirancang untuk memperpendek alur komando.
Misalnya, saat terjadi banjir, tim BPBD dapat langsung bergerak sambil berkoordinasi dengan dinsos untuk penanganan pengungsi, dishub untuk pengaturan lalu lintas, serta dinkes untuk pelayanan kesehatan darurat. Begitu pula dalam kasus kebakaran, longsor, dan peristiwa lainnya.
“Kalau tim ini ada, penanganan bisa lebih cepat. Masyarakat juga bisa lebih tenang,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Simpang Empat dipilih sebagai lokasi percontohan karena merupakan kawasan padat aktivitas dan sering menjadi titik pertama penanganan berbagai kejadian. Pembangunan posko di wilayah tersebut sudah dipastikan final, namun kapan tim terpadu ini mulai beroperasi masih belum disampaikan secara resmi.
Saat ini, kata dia, pihaknya bersama instansi terkait masih memfinalkan teknis operasional posko. Jika model ini berjalan efektif, pemerintah daerah berencana memperluas penerapannya ke wilayah lain di Tanah Bumbu.
Editor : Arif Subekti