Hingga November 2025, tercatat 390 laporan masuk, naik lebih dari dua kali lipat dibanding 2024 yang hanya 190 laporan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansari, mengatakan kenaikan laporan bukan hanya dari penanganan kebakaran atau penyelamatan.
Baca Juga: BRI Dorong Modernisasi UMKM di PRABU Expo 2025, Bantu Pelaku Usaha Naik Kelas dengan Teknologi
Ada laporan-laporan unik di luar tugas pokok damkar, seperti warga meminta bantuan mencari ponsel hilang dan mengantar ke kantor polisi.
"Kami selalu merespons terlebih dahulu karena tidak ingin ada situasi genting yang diabaikan," ujar Syaikul, Senin (17/11/2025).
Di Pagatan, petugas Damkar pernah menerima laporan pipa rumah warga bocor.
Baca Juga: Pedagang Pasar Keramat Barabai Ditertibkan, 10 Lapak Dibongkar
Saat tiba di lokasi, pelapor meminta petugas memperbaiki pipa tersebut meski kerusakannya bukan keadaan darurat dan tidak terkait kebakaran.
Damkar juga menerima laporan tak lazim lainnya. Ada warga yang menghubungi lewat media sosial hanya untuk curhat karena sedang bermasalah dengan kekasih.
Ada pula laporan kunci motor hilang, hingga warga yang mendatangi posko damkar hanya karena ingin diantar pulang ke rumah.
Baca Juga: Gara-Gara Cemburu, Pria Martapura Acungkan Pisau dan Pecahkan Kaca Rumah di Banjarbaru
Syaikul menyebut, seluruh laporan yang masuk menunjukkan bahwa Damkar hadir dan dekat dengan masyarakat.
Kemudahan masyarakat menghubungi petugas menandakan adanya kepercayaan publik, meski sebagian laporan berada di luar tugas utama damkar.
"Pihaknya terbuka terhadap berbagai laporan selama tujuannya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Baca Juga: 800 Pangkalan LPG 3 Kg di Banjarmasin Diawasi Ketat, Usaha Laundry Ketahuan Pakai Tabung Subsidi
Untuk menunjang itu, seluruh personel terus ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan rutin dan simulasi penanganan keadaan darurat.
"Kami ingin Damkar menjadi sahabat untuk masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno