AMUNTAI – Beban kerja besar tak sebanding dengan peralatan dan personel yang tersedia.
Begitulah kondisi Pemadam Kebakaran pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang kini dinilai berada pada titik kritis.
Bukan hanya memadamkan api, petugas Damkar HSU juga menjadi penyelamat serbaguna: mengevakuasi hewan liar, mengambil kucing di atap rumah, hingga membantu warga mencari barang hilang.
Namun di balik tugas “sapu jagat” itu, sarana dan prasarana mereka justru sangat minim.
Kabid Linmas dan Damkar, H Barkat Syarul Kalam membeberkan bahwa kelengkapan penunjang operasional saat ini jauh dari kata ideal.
“Sarpras masih kurang, banyak yang belum ada. Baju tawon saja hanya satu,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Dengan jumlah personel terbatas, hanya 7 PNS, 3 PPPK, dan 5 relawan, mereka tetap harus siaga 24 jam meladeni panggilan warga.
“Meski sarana minim, kami tetap optimal melayani,” tegas Barkat.
“Kami berharap kendaraan dan perlengkapan bisa ditambah. Termasuk dukungan anggaran”.
Kondisi ini, lanjutnya, menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah dan legislatif agar Damkar HSU bisa bekerja lebih aman dan efektif, terutama saat menghadapi situasi darurat di masyarakat.
Data Sarpras/Personel Damkar HSU:
- 1 unit mobil tangki kapasitas 5.000 liter
- 1 unit double cabin tua, kendaraan bekas Pemda
- 10 pasang baju anti panas/api
- 1 APD Tawon.
- 17 personel, padahal idealnya minimal 40 personel
(Sumber: Damkar HSU)
Editor : Eddy Hardiyanto