PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, meliputi banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Batingsor), mulai 12 November 2025 hingga 31 Januari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, menjelaskan keputusan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi ancaman hidrometeorologi di sejumlah titik rawan. Penetapan ini didasarkan pada meningkatnya potensi bencana seiring puncak musim hujan yang kini melanda wilayah Balangan.
“Menurut data BMKG, sejak September wilayah kita memasuki musim penghujan. Sekarang sudah di puncaknya dan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026,” ujarnya, Kamis (13/11).
Ia menegaskan, status siaga darurat dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan mempercepat penanganan jika bencana terjadi. “Status ini bisa diperpanjang bila kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut,” tambahnya.
Rahmi mengingatkan, beberapa kecamatan di Balangan memiliki potensi tinggi terhadap banjir, terutama di wilayah yang dilalui aliran sungai besar.
“Kecamatan Awayan termasuk daerah yang tahun lalu sempat terdampak luapan air. Potensi itu tetap kita waspadai, meski sangat bergantung pada intensitas hujan,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD bersama instansi terkait terus memantau kondisi cuaca dan debit sungai melalui sistem peringatan dini (Early Warning System) yang telah terpasang di sejumlah titik rawan.
Selain kesiapan teknis, Rahmi juga meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kami mengimbau warga untuk rutin memantau informasi cuaca dari BMKG atau BPBD, serta tidak membuang sampah ke sungai. Kebiasaan sederhana ini sangat berpengaruh dalam mencegah banjir,” pesannya.
Editor : Arif Subekti