BANJARMASIN – Sejak program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara pascaperistiwa mual hingga diare massal, suasana di SMPN 33 Banjarmasin berubah.
Kini, sebagian besar siswa lebih memilih membawa bekal dari rumah.
Kepala Sekolah SMPN 33, Sumiyati, membenarkan perubahan kebiasaan tersebut.
“Sampai sekarang sebagian besar anak-anak bawa bekal dari rumah. Kami sarankan begitu dulu sampai ada keputusan resmi dari pihak berwenang,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Meski demikian, kantin sekolah tetap buka untuk melayani siswa yang tidak sempat membawa makanan.
“Anak-anak tetap bisa beli di sekolah, tapi jumlahnya berkurang,” jelasnya.
Menurut Sumiyati, banyak siswa yang menanyakan kapan program MBG akan kembali dijalankan.
“Mereka sudah terbiasa dengan MBG. Apalagi bagi siswa kurang mampu, program ini sangat membantu,” ungkapnya.
Salah satu siswa kelas IX, Acca mengaku kini rutin membawa bekal dari rumah.
“Kalau bawa bekal, orang tua agak repot, tapi menunya bisa sesuai selera. Kalau MBG, enak tinggal makan tapi enggak bisa pilih menu,” katanya polos.
Ia berharap, jika MBG kembali, menunya bisa lebih bervariasi.
“Nasinya ditambah sedikit, buahnya juga diperbanyak,” ujarnya lantas tersenyum.
Temannya, Rahmah, justru merasa bisa lebih hemat sejak membawa bekal.
“Sekarang saya bawa dari rumah, jadi bisa nabung juga,” katanya.
Komisi IV DPRD Banjarmasin ikut turun tangan memastikan keamanan program MBG.
Ketua Komisi, Neli Listriani menyebut pihaknya akan segera melakukan sidak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Langkah ini untuk memastikan proses pengolahan makanan benar-benar aman, tidak ada rekayasa,” tegasnya.
Ia menegaskan, jika nanti ditemukan pelanggaran atau standar kebersihan tidak terpenuhi, pihaknya akan menindaklanjuti dengan tegas.
“Jangan sampai niat baik pemerintah justru membahayakan anak-anak,” tuntasnya.
Editor : Eddy Hardiyanto